3 Juli 2026

Teh Indonesia Masuk Gerai Twinings London, PTPN I Perluas Pasar

Penulis

Babette Babette Leanne

Teh Indonesia Masuk Gerai Twinings London, PTPN I Perluas Pasar
Teh Indonesia Masuk Gerai Twinings London, PTPN I Perluas Pasar

Hesti.id – 03 Juli 2026 | Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara Perluas Jejak Teh Indonesia Produk PTPN I Masuk Gerai Legendaris Twinings London. Ini merupakan langkah signifikan bagi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam memperkuat daya saing komoditas teh Indonesia di pasar global. Produk teh premium yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) kini telah resmi dipasarkan di gerai teh ikonik Twinings yang berlokasi di London, Inggris.

Didirikan pada tahun 1706, Twinings dikenal dengan proses kurasi yang ketat terhadap produk teh yang mereka tawarkan. Kehadiran teh PTPN I di salah satu gerai legendaris ini adalah bukti nyata pengakuan atas kualitas teh Indonesia yang mampu bersaing dengan produk premium dari negara-negara penghasil teh terkemuka lainnya.

Aris Handoyo, Sekretaris Perusahaan PTPN I, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas penetrasi pasar internasional serta memperkuat posisi teh Indonesia di segmen premium dunia. Kepercayaan Twinings dan jaringan hospitality kelas dunia yang menggunakan produk teh PTPN I, menurutnya, merupakan indikator yang kuat atas reputasi dan konsistensi kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

“Konsistensi kualitas teh premium dari areal perkebunan teh terbesar di dunia membuat kami optimis bersaing dengan produsen dari negara lain. Kami yakin teh produk Indonesia, yang didukung oleh PTPN I, akan perlahan menggeser posisi teh dari Kenya, India, dan Sri Lanka yang selama ini memiliki reputasi tinggi,” ungkap Aris.

PTPN I saat ini memiliki total areal tanaman teh yang menghasilkan sekitar 12,7 ribu hektare. Hingga Mei 2026, perusahaan ini mencatatkan total produksi sebesar 11,6 juta kilogram dengan tingkat produktivitas mencapai 912 kilogram per hektare. Secara historis, produksi teh kering PTPN I menunjukkan tren yang terus meningkat, dengan capaian produksi pada tahun 2022 mencapai 29,05 juta kilogram.

Dalam beberapa tahun terakhir, PTPN I juga mencatatkan peningkatan signifikan dalam produksi dan produktivitas. Misalnya, pada tahun 2023, produksi teh kering mencapai 25,97 juta kilogram, sedangkan pada tahun 2024, angka tersebut meningkat menjadi 28,44 juta kilogram. Pada tahun 2025, capaian produksi teh kering mencapai 29,28 juta kilogram dengan produktivitas menembus 2.004 kilogram per hektare.

Selain fokus pada pasar ekspor, PTPN I juga berupaya memperkuat hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah di pasar domestik. Mereka mengembangkan berbagai produk ritel seperti Teh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas, serta inovasi produk Ready to Drink (RTD) yang menyasar konsumen muda.

PTPN I juga memanfaatkan kampanye digital melalui berbagai platform media sosial untuk memperkenalkan manfaat kesehatan teh dan membangun citra teh sebagai bagian dari gaya hidup modern. Dengan memperluas penetrasi produk premium ke kafe-kafe modern, PTPN I berupaya mendekatkan teh Indonesia kepada generasi muda.

Melihat prospek pasar teh premium yang semakin berkembang, PTPN I telah merencanakan strategi ekspansi berikutnya untuk memperkuat posisinya di pasar internasional. “Kami fokus mengembangkan varian produk premium baru yang dirancang khusus untuk dipajang di toko-toko di London. Ini akan dilakukan melalui kolaborasi taktis dengan berbagai merek teh terkemuka di dunia,” tutup Aris Handoyo.

Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN I terus memperkuat integrasi bisnis dari hulu hingga hilir dengan peningkatan produktivitas dan pengembangan produk bernilai tambah. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi teh Indonesia sebagai komoditas unggulan perkebunan yang mampu bersaing di pasar premium dunia serta berkontribusi pada peningkatan devisa negara dan keberlanjutan industri perkebunan nasional.

Related Post

Tinggalkan komentar