Hesti.id – 03 Juli 2026 | Dalam dunia otomotif Indonesia, kehadiran SAG Max EV sebagai van listrik terbaru menandai langkah penting, terutama bagi para pelaku industri transportasi. Dengan harga sekitar Rp 700 jutaan dan kemampuan menempuh jarak hingga 440 km, kendaraan ini secara langsung bersaing dengan model populer seperti Toyota Hiace.
PT Sinar Armada Globalindo (SAG) resmi meluncurkan Max EV pada tanggal 30 Juni 2026 di Alam Sutera, Tangerang. Kendaraan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan transportasi penumpang, khususnya dalam usaha travel dan shuttle dengan rute-rute seperti Jakarta-Bandung dan Surabaya-Malang. Menurut Technical Director Aletra dan SAG, Djoko Purwanto, Max EV ditargetkan untuk mengoptimalkan layanan travel medium.
Secara teknis, SAG Max EV dibekali dengan baterai Lithium Ferro-Phosphate (LFP) berkapasitas 100,46 kWh. Dengan baterai ini, Max EV mampu menjelajah sejauh 440 km dalam kondisi penuh. Proses pengisian daya juga cukup efisien, di mana pengisian dari 20% hingga 100% hanya memakan waktu sekitar 60 menit dengan konektor CCS2.
Baca juga:
Dari sisi performa, Max EV didukung oleh mesin Permanent Magnet Synchronous Motor yang mampu menghasilkan tenaga maksimum hingga 160 dk dan torsi puncak mencapai 360 Nm. Dimensi kendaraan ini pun cukup besar, dengan panjang 5.440 mm, lebar 1.880 mm, dan tinggi 2.285 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 3.110 mm. Hal ini memungkinkan kendaraan ini untuk menampung hingga 16 orang, termasuk pengemudi, dalam konfigurasi tempat duduk 15+1.
Kenyamanan penumpang juga menjadi fokus utama, terbukti dengan penggunaan suspensi leaf spring dan sistem pengereman yang berkualitas, seperti rem cakram di kedua roda serta dilengkapi dengan Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake-force Distribution (EBD). Selain itu, Max EV dilengkapi dengan ban berukuran 215/75 R15 dengan velg aluminium, memberikan kestabilan dan kenyamanan saat berkendara.
Namun, harga yang dibanderol untuk SAG Max EV saat ini sekitar Rp 825 juta off the road, meski diharapkan bisa turun di masa mendatang. Ini tentunya menjadi pertimbangan bagi para calon pembeli yang ingin beralih ke kendaraan listrik, terutama dengan semakin banyaknya model yang tersedia di pasaran.
Pasar mobil listrik di Indonesia, terutama pada bulan Juli 2026, mengalami sejumlah penyesuaian harga. Merek-merek seperti BYD, Wuling, dan VinFast masih mempertahankan harga mereka, sementara beberapa merek lainnya seperti Changan dan Xpeng telah menaikkan harga. Dengan hadirnya Max EV, diharapkan dapat memberikan alternatif yang lebih ramah lingkungan bagi konsumen yang sebelumnya hanya mengenal Toyota Hiace sebagai pilihan utama dalam segmen van.
Secara keseluruhan, peluncuran SAG Max EV sebagai rival baru Toyota Hiace di segmen kendaraan listrik menunjukkan komitmen Indonesia dalam beralih ke transportasi yang lebih berkelanjutan. Seiring dengan perkembangan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung penggunaan kendaraan listrik, Max EV dapat menjadi pilihan yang menarik bagi pelaku usaha travel dan shuttle di masa mendatang.











