Hesti.id – 01 Juli 2026 | JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Dalam upaya untuk perkuat kerja sama ekonomi Indonesia pelajari pengembangan industri lewat program TCTP, pemerintah Indonesia menjalin hubungan yang lebih erat dengan Republik Rakyat Tiongkok. Program yang dikenal dengan nama Two Countries, Twin Parks (TCTP) bertujuan untuk mengeksplorasi strategi transformasi ekonomi, pengelolaan kawasan industri, serta meningkatkan daya tarik bagi investasi asing.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk Training Seminar on the China-Indonesia TCTP Cooperation yang berlangsung di kota Fuzhou, Provinsi Fujian, pada 11–24 Mei 2026. Program ini didanai oleh Pemerintah Tiongkok dan dihadiri oleh delegasi Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Delegasi yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari perwakilan kementerian dan lembaga, pengelola kawasan TCTP di Indonesia, serta asosiasi usaha. Dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, kegiatan ini juga dihadiri oleh Pujo Setio dan Ekko Harjanto.
Baca juga:
Rangkaian kegiatan ini mencakup sesi pelatihan kebijakan, diskusi mendalam, serta kunjungan lapangan ke kawasan industri dan perusahaan teknologi terkemuka. Tujuannya adalah agar Indonesia dapat mengadopsi praktik terbaik dalam pengembangan industri dan manajemen investasi.
Dalam sesi pelatihan, delegasi Indonesia mempelajari arah kebijakan makroekonomi Tiongkok yang saat ini berfokus pada industri berteknologi tinggi seperti semikonduktor, kedirgantaraan, biofarmasi, ekonomi ketinggian rendah, penyimpanan energi baru, serta robotika cerdas. Pemerintah Tiongkok juga memperluas keterbukaan investasi asing di sektor jasa sebagai strategi untuk high-quality development. Ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk menarik modal dengan nilai tambah tinggi, alih teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kerangka kerja sama TCTP dibangun di atas prinsip “Lima Ganda” yang mencakup keselarasan perencanaan, pengelolaan terpadu, dukungan fasilitas, pola investasi, dan integrasi rantai industri. Konsep ini juga dilengkapi dengan pendekatan Twin Parks + Tourism Economy yang menggabungkan pertumbuhan industri dengan potensi pariwisata lokal.
Peserta seminar juga membahas tantangan dalam implementasi, seperti penyelarasan standar perdagangan, efisiensi logistik lintas negara, dan peningkatan daya saing kawasan. Hasil dari diskusi ini menjadi masukan penting untuk menyusun roadmap TCTP jangka panjang.
Delegasi melakukan kunjungan lapangan ke berbagai lokasi di Provinsi Fujian dan Zhejiang, termasuk sektor teknologi digital, manufaktur material canggih, energi terbarukan, infrastruktur kendaraan listrik, serta sistem logistik. Mereka juga mengunjungi Pelabuhan Fuqing, yang merupakan salah satu simpul distribusi utama, untuk mengeksplorasi konektivitas perdagangan yang lebih efisien antara kawasan industri di Indonesia dan Tiongkok.
Hasil dari pembelajaran ini akan menjadi dasar untuk menyusun kebijakan yang bertujuan meningkatkan daya saing kawasan industri nasional. Program TCTP diharapkan dapat mendorong investasi berkualitas, memperkuat rantai pasok dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan langkah strategis ini, perkuat kerja sama ekonomi Indonesia pelajari pengembangan industri lewat program TCTP menjadi vital dalam mempercepat transformasi industri dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.











