1 Juli 2026

Rupiah Tertekan, Dolar AS Dekati Rp 18.000 Pagi Ini

Penulis

Babette Babette Leanne

Rupiah Tertekan, Dolar AS Dekati Rp 18.000 Pagi Ini
Rupiah Tertekan, Dolar AS Dekati Rp 18.000 Pagi Ini

Hesti.id – 01 Juli 2026 | JAKARTA — Dolar AS terus menekan rupiah pada Rabu pagi, 1 Juli 2023, dengan nilai tukar yang sempat mendekati Rp 18.000. Pada pembukaan perdagangan, mata uang Amerika Serikat ini bergerak di kisaran Rp 17.900-an dan berdasarkan data Bloomberg, berada di level Rp 17.944 pada pukul 09.05 WIB. Lima menit setelahnya, dolar AS kembali menguat menjadi Rp 17.975.

Pergerakan ini memicu perhatian pasar yang kini kembali mengarah ke batas psikologis Rp 18.000. Angka ini sangat penting bagi pelaku pasar valas, importir, serta konsumen yang terpengaruh oleh biaya barang impor. Tekanan terhadap rupiah ini terjadi di tengah penguatan dolar AS yang masih mendapat dukungan dari kondisi pasar global.

Data yang dilansir oleh CNBC Indonesia menunjukkan bahwa rupiah dibuka melemah ke Rp 17.950 per dolar AS di pagi hari, hampir mencapai batas psikologis Rp 18.000. Pada penutupan sehari sebelumnya, rupiah juga berada pada posisi yang rentan. Selisih kecil di awal perdagangan ini sering kali menjadi sinyal bahwa pasar belum stabil. Pelaku transaksi cenderung berhati-hati, terutama ketika volatilitas dolar AS masih tinggi dan sentimen luar negeri belum memberi angin segar bagi mata uang negara berkembang.

Pada pukul 09.05 WIB, dolar AS tercatat menguat sebesar 0,21 persen dan penguatannya berlanjut pada 09.10 WIB. Ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah bukan sekadar fluktuasi sesaat, melainkan bagian dari arus yang lebih besar di pasar valuta asing pagi itu.

Di pasar internasional, dolar AS menunjukkan pergerakan yang bervariasi terhadap mata uang utama lainnya. Terhadap euro, dolar AS mengalami pelemahan sebesar 0,15 persen. Sementara terhadap pound sterling dan dolar Australia, pelemahannya masing-masing mencapai 0,20 persen dan 0,51 persen. Namun, meskipun ada pelemahan terhadap beberapa mata uang, dolar AS tetap menunjukkan kekuatan terhadap yen Jepang, franc Swiss, dan dolar Kanada dengan penguatan masing-masing sebesar 0,09 persen, 0,10 persen, dan 0,18 persen.

Pola campuran tersebut menunjukkan bahwa pasar global belum memiliki arah yang jelas. Namun, dalam konteks rupiah, kekuatan dolar lebih terasa. Permintaan terhadap aset dolar yang masih tinggi cenderung membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berada di bawah tekanan.

Penguatan dolar AS juga didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Federal Reserve. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa bank sentral AS masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga yang tinggi, bahkan ada kemungkinan untuk menaikannya lagi pada sisa tahun ini. Sentimen ini muncul setelah data pasar tenaga kerja AS menunjukkan kekuatan, di mana jumlah lowongan kerja pada Mei meningkat 9.000 menjadi 7,594 juta, melebihi perkiraan yang hanya 7,296 juta.

Level Rp 18.000 bukan hanya sekadar angka bulat bagi pelaku pasar. Angka ini menjadi acuan emosional dan sering dijadikan patokan. Ketika rupiah mendekati level tersebut, spekulasi akan meningkat. Pedagang valas, pelaku impor, dan perusahaan dengan kewajiban dolar akan memantau pergerakannya dengan seksama. Bagi masyarakat, dampak dari penguatan dolar AS yang mendekati Rp 18.000 bisa dirasakan melalui peningkatan harga barang impor, bahan baku, hingga biaya produksi. Meskipun tidak semua kenaikan kurs langsung merasuki harga ritel, tetapi tekanan tersebut dapat muncul secara bertahap.

Pasar akan terus mencermati dua hal utama dalam waktu dekat: data ekonomi AS yang akan datang dan sikap The Fed. Jika data tenaga kerja atau inflasi tetap menunjukkan kekuatan, dolar AS berpotensi mempertahankan posisinya, dan jika itu terjadi, rupiah belum tentu segera lepas dari tekanan.

Dalam situasi ini, posisi aman rupiah masih sangat bergantung pada minat pasar terhadap aset berisiko dan arah dolar di sesi perdagangan berikutnya. Yang jelas, pembukaan Juli ini diawali dengan tekanan yang nyata, dan pasar belum menunjukkan tanda-tanda stabilitas.

Related Post

Tinggalkan komentar