Hesti.id – 01 Juli 2026 | Di tengah tantangan angka ketenagakerjaan yang memprihatinkan di Indonesia, dua murid MAN 1 Yogyakarta, Nabielah Nihlatul Maula dan Muhammad Farrel Rizky Setiawan, mengambil inisiatif untuk mengembangkan aplikasi bernama Mitra Sigap. Aplikasi ini bertujuan untuk menjembatani pekerja informal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan masyarakat yang membutuhkan layanan jasa. Dengan data menunjukkan bahwa 59,17% dari angkatan kerja nasional bekerja di sektor informal, aplikasi ini hadir sebagai solusi bagi sekitar 1,15 juta warga DIY yang menggantungkan hidup pada pekerjaan paruh waktu dan usaha kecil.
Mitra Sigap lahir dari rasa empati kedua remaja ini terhadap kesulitan yang dihadapi oleh pekerja informal. Mereka menyadari bahwa banyak dari mereka tidak memiliki akses yang memadai untuk mendapatkan pelanggan. “Kami ingin teknologi menjadi jembatan yang memanusiakan manusia, memberikan mereka ruang tumbuh yang setara di era digital,” ungkap Nabielah.
Dari latar belakang tersebut, mereka merancang platform yang bukan hanya sekedar aplikasi, melainkan sebuah ekosistem sociopreneur hibrida. Mitra Sigap memiliki lima pilar utama yang akan memperkuat keberadaannya, yaitu:
Baca juga:
- Lapak Digital Berbudaya: Menyediakan etalase virtual yang menampilkan keindahan budaya lokal Yogyakarta.
- Sistem Pemetaan GPS Real-Time: Menghubungkan pengguna dengan mitra jasa terdekat secara akurat.
- Layanan On-Demand Request: Memungkinkan pengguna melakukan pemesanan sesuai kebutuhan instan, mulai dari perawatan rumah hingga perbaikan darurat.
- Fitur Emergency: Menjamin layanan prioritas bagi pengguna yang membutuhkan bantuan segera.
- Skema Tarif Adil dan Berkelanjutan: Memastikan biaya layanan yang terjangkau, hanya Rp5.000 per transaksi.
Model operasional hibrida yang diterapkan oleh Mitra Sigap terbagi dalam dua lini strategis: Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C). Melalui kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK), sekolah vokasi, dan komunitas lokal, mereka berharap dapat menjawab kebutuhan masyarakat urban dan membantu para pelaku usaha kecil dalam memasarkan layanan mereka.
Farrel menambahkan, “Harapannya, dengan adanya Mitra Sigap ini, para mitra lokal bisa berkembang dan terbranding. Kami ingin memotivasi lebih banyak orang untuk berinovasi.” Dengan kehadiran Mitra Sigap, diharapkan masyarakat yang bekerja di sektor informal akan mendapatkan dukungan dalam memasarkan usaha mereka, sehingga dapat lebih mudah dijangkau oleh konsumen.
Inovasi yang dilakukan oleh 2 Murid MAN 1 Yogyakarta Kembangkan Aplikasi Mitra Sigap Rangkul Pekerja Informal DIY ini merupakan contoh nyata bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menciptakan dampak sosial yang positif. Dalam era digital yang semakin berkembang, penting bagi setiap individu untuk beradaptasi dan menemukan cara baru untuk berkontribusi kepada masyarakat. Aplikasi ini tidak hanya membantu para pekerja informal, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan jasa dalam kehidupan sehari-hari.











