1 Juli 2026

Dana Asing Keluar Rp 699 M dari Sesi I IHSG, Saham Tertekan

Penulis

Babette Babette Leanne

Dana Asing Keluar Rp 699 M dari Sesi I IHSG, Saham Tertekan
Dana Asing Keluar Rp 699 M dari Sesi I IHSG, Saham Tertekan

Hesti.id – 01 Juli 2026 | Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih yang signifikan di pasar saham Indonesia, dengan dana asing keluar Rp 699 M dari sesi I IHSG pada Selasa (30/6). Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, nilai net foreign sell mencapai Rp 699,84 miliar, dengan total pembelian investor asing tercatat sebesar Rp 3,40 triliun dan penjualan mencapai Rp 4,10 triliun.

Kondisi ini mencerminkan tren keluarnya dana asing yang berlangsung sepanjang tahun ini, di mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga melaporkan bahwa investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp 71,7 triliun dari awal tahun hingga akhir Juni 2026. Hal ini berimbas pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami koreksi tajam sebesar 31,81 persen secara year-to-date.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan di pasar modal Indonesia sangat besar. “Fundamental ekonomi yang baik saja tidak cukup untuk menjaga kepercayaan investor. Kami perlu kolaborasi dari seluruh ekosistem pasar modal untuk membangun kembali kepercayaan ini,” ujar Hasan saat acara Investor Day di Gedung Bursa Efek Indonesia.

Dalam sesi I perdagangan, saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing antara lain:

  • BBCA: -Rp 413,22 miliar (72,21 juta saham)
  • BBRI: -Rp 93,48 miliar (33,61 juta saham)
  • BMRI: -Rp 89,59 miliar (23,11 juta saham)
  • AADI: -Rp 41,51 miliar (5,29 juta saham)
  • ASII: -Rp 39,88 miliar (8,79 juta saham)
  • BUMI: -Rp 35,94 miliar (264,37 juta saham)

Dengan IHSG yang melemah 4,55 persen ke level 5.896 pada pekan lalu, sentimen dari investor asing terus menjadi faktor penentu pergerakan pasar saham Indonesia. Aksi jual bersih investor asing yang mencapai sekitar Rp 3,4 triliun di seluruh pasar menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap pasar saham nasional masih rentan.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menambahkan bahwa faktor global seperti dinamika geopolitik di Timur Tengah serta data ekonomi dari Amerika Serikat juga memengaruhi arah pergerakan IHSG. Meski IHSG diperkirakan akan bergerak terbatas, ada harapan bahwa sentimen positif dari dana pemerintah dan data inflasi domestik dapat memberikan dukungan.

Sementara itu, situasi geopolitik yang berkembang di Timur Tengah berpotensi meningkatkan ketidakpastian di pasar. Namun, jika aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz kembali normal, dampak positifnya adalah penurunan harga minyak mentah dunia yang bisa menguntungkan pasar global.

Secara keseluruhan, dana asing keluar Rp 699 M dari sesi I IHSG, ini saham yang banyak dilepas menunjukkan betapa pentingnya membangun kembali kepercayaan investor untuk masa depan pasar modal Indonesia. Penguatan kepercayaan investor tidak hanya bergantung pada kondisi fundamental ekonomi, tetapi juga pada konsistensi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga integritas pasar.

Related Post

Tinggalkan komentar