Hesti.id – 30 Juni 2026 | Sleman – Dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat, Adat Tutup MAHABAKTI XXXVIII MAN 1 Yogyakarta Rayakan Perjalanan Apresiasi Prestasi resmi ditutup pada Sabtu (20/6/2026) di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Banyunibo. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta kelas X ini berlangsung khidmat, menandai berakhirnya tiga hari penuh pengalaman berharga, pembelajaran, dan persahabatan.
Upacara penutupan ini menjadi momen refleksi bagi para peserta, di mana mereka dapat merenungkan berbagai aktivitas yang telah dijalani selama perkemahan. Semangat kebersamaan, kerja sama, dan nilai-nilai kepemimpinan yang ditanamkan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Alhamdulillah kita telah sampai di akhir kegiatan Perkemahan Bakti. Silahkan ilmu dan pembelajaran yang kakak-kakak dapatkan selama mengikuti ekstrakulikuler pramuka ataupun saat MAHABAKTI XXXVIII dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Kak Dina Wahyuningtyas, Pembina Pramuka Putri, dalam sambutannya.
Di sisi lain, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan MAHABAKTI XXXVIII. Menurutnya, kegiatan pramuka lebih dari sekadar agenda perkemahan. “Ini adalah ruang pembentukan karakter bagi peserta didik. MAHABAKTI menjadi proses penting untuk belajar mandiri, disiplin, bekerja sama, dan menghargai sesama. Saya mengapresiasi semangat seluruh peserta, pembina, panitia, dan semua pihak yang mendukung kegiatan ini,” tambahnya.
Baca juga:
Setelah upacara penutupan, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dari berbagai kategori perlombaan yang digelar selama MAHABAKTI XXXVIII. Perlombaan tersebut meliputi Reka Reki Jagad, Tunas Intelekta, Komando Bhumi, Nerpati Jejak Buana, Sigap Rakata, Karya Rasa Dwipantara, Lensa Kirana, serta Kalurahan Nugraha dan Sangga Utama. Antusiasme dan kebanggaan peserta terlihat jelas saat para juara diumumkan dan menerima penghargaan atas usaha serta pencapaian yang telah diraih.
Penutupan MAHABAKTI XXXVIII bukan hanya sekadar akhir dari kegiatan perkemahan, tetapi menjadi awal bagi peserta untuk membawa pengalaman, persahabatan, serta pelajaran berharga yang didapat selama mengikuti kegiatan. Dengan semangat yang tinggi, para peserta diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah, keluarga, maupun masyarakat.











