Hesti.id – 29 Juni 2026 | Gowa, 29 Juni 2026 – Dalam sebuah pelatihan yang diadakan di Aula SDIT Al-Fadiyah, seluruh guru dan karyawan mengikuti kegiatan penting yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan ini mengusung tema “IKHLAS, TANGGUH, DAN SOLID: Membangun Guru yang Berhati Tulus, Bermental Kuat, dan Berjiwa Tim.” Tema ini diangkat untuk memperkuat karakter pendidik sebagai ujung tombak dalam membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak.
Pemateri pelatihan, Khusnul Amin, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada kualitas guru. Ia menyatakan, “Hakikat Tertinggi Dalam Dunia ini adalah Guru,” menegaskan bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada pengajaran di sekolah, tetapi juga mencakup setiap individu yang memberikan ilmu dan inspirasi kepada orang lain.
Khusnul Amin juga menyampaikan bahwa nilai hakikat seorang guru terletak pada kemampuannya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Dalam pandangannya, guru memiliki kedudukan mulia sebagai penggerak perubahan dan pembangun peradaban, yang berkontribusi besar dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.
Baca juga:
Selama sesi pelatihan, suasana interaktif sangat terasa. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak untuk merefleksikan peran dan tanggung jawab mereka sebagai pendidik. Hal ini penting agar mereka dapat menyadari betapa besar amanah yang mereka emban dalam mencetak generasi yang tangguh dan berkarakter.
Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh tenaga pendidik di SIT Al-Fadiyah untuk bekerja dengan penuh keikhlasan dan ketangguhan. Dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di era modern ini, kolaborasi sebagai satu tim menjadi sangat penting. Oleh karena itu, nilai-nilai yang disampaikan dalam pelatihan ini akan menjadi fondasi dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas.
Dengan semangat yang baru, SIT Al-Fadiyah berharap agar para pendidik dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Guru yang berjiwa tangguh dan solid sangat dibutuhkan untuk melahirkan generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan. Upaya ini merupakan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan produktif.
Melalui pelatihan ini, Khusnul Amin mengajak semua guru untuk tidak hanya sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. “Setiap guru adalah teladan bagi peserta didiknya, dan dengan menjadi teladan, kita dapat menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk menciptakan perubahan yang lebih baik,” ungkapnya.
Di akhir pelatihan, para peserta diharapkan dapat membawa pulang semangat baru dan komitmen untuk menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi guru di dalam kelas, tetapi juga menjadi agen perubahan di masyarakat.











