27/06/2026

Pengalaman Berharga di Balik Layar Pementasan Teater Seruni

Penulis

Pande Tóng

Pengalaman Berharga di Balik Layar Pementasan Teater Seruni
Pengalaman Berharga di Balik Layar Pementasan Teater Seruni

Hesti.id – 27 Juni 2026 | Pementasan teater “Rumah Tanpa Bendera” yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Gedung A Viktor, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, menyimpan banyak cerita di balik layar. Catatan seorang pimpinan produksi mengungkapkan perjalanan yang melelahkan, tetapi sangat bermakna. Dalam pementasan ini, yang merupakan bagian dari program “Drama Warisan Tahunan 8.0”, berbagai tantangan harus dihadapi untuk memastikan acara berjalan lancar.

Menjadi pimpinan produksi dalam pementasan ini bukanlah tugas yang mudah. Banyak aspek yang harus diperhatikan secara bersamaan, seperti publikasi, penjualan tiket, koordinasi antar divisi, serta komunikasi dengan dosen pembimbing dan pihak terkait lainnya. Setiap hari terasa kurang untuk menyelesaikan semua yang harus dikerjakan. Di tengah kesibukan, muncul rasa lelah dan kekhawatiran tentang kelancaran acara, apakah penonton akan memadati kursi yang tersedia, serta banyak pertanyaan lainnya menjelang hari-H.

Namun, di balik semua tekanan tersebut, ada kebahagiaan yang muncul dari kerja sama tim. “Saya beruntung memiliki tim yang siap berjuang bersama,” ungkap pimpinan produksi. Setiap anggota tim memberikan waktu, tenaga, dan pikiran mereka untuk pementasan ini, bahkan ada yang bekerja hingga larut malam dan mengorbankan waktu istirahat demi kesuksesan acara. Dari sini, pimpinan produksi belajar bahwa teater adalah tentang kebersamaan dan saling mendukung.

Memimpin sebuah tim bukan berarti menjadi yang terhebat, melainkan mampu merangkul dan mendengarkan. Pimpinan produksi mengakui bahwa ia juga mengalami kebingungan dan kepanikan, tetapi proses tersebut mengajarkannya tanggung jawab dan pentingnya mencari solusi bersama. Antusiasme penonton yang memenuhi ruang pementasan pada malam itu menjadi puncak dari semua usaha yang telah dilakukan. Saat lampu panggung menyala dan para pemain mulai beraksi, semua rasa lelah seolah sirna dan digantikan oleh rasa syukur.

Bagi pimpinan produksi, pementasan “Rumah Tanpa Bendera” lebih dari sekadar pertunjukan. Ia membawa pesan tentang kemanusiaan, kebebasan, dan keberanian untuk menyuarakan hal-hal yang sering terpinggirkan. Teater menjadi medium untuk mengajak penonton merenungkan kembali realitas sosial yang ada di sekitar mereka.

Pengalaman ini juga memberikan banyak pelajaran berharga. Pimpinan produksi menyadari bahwa hasil yang baik lahir dari proses yang tidak mudah. Dokumentasi perjalanan pementasan melalui Instagram @teaterseruni menjadi saksi bisu dari kerja keras tim. Setiap tepuk tangan dari penonton di akhir pertunjukan merupakan pengakuan atas usaha dan dedikasi semua orang yang terlibat.

Saat tirai ditutup dan panggung kembali kosong, perasaan bangga dan syukur masih membekas. Proses yang dilalui selama ini akan selalu dikenang sebagai pengalaman berharga dalam perjalanan sebagai mahasiswa Sastra Indonesia.

Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Teater Seruni, termasuk sutradara, stage manager, para pemain, kru, dosen pembimbing, mentor, dan penonton yang telah memberikan dukungan kepada cerita ini untuk hidup.

Related Post

Tinggalkan komentar