Hesti.id – 17 Juni 2026 | Pengguna TikTok dan Instagram perlu lebih waspada saat menonton video yang menawarkan aplikasi premium gratis atau trik mendapatkan layanan berbayar tanpa biaya. Pasalnya, para peneliti keamanan siber menemukan modus baru yang memungkinkan hacker mencuri password dan data pribadi hanya dengan memanfaatkan video pendek di media sosial. Waspada Hacker Curi Password Lewat Video TikTok dan Instagram Ini Modusnya menjadi salah satu ancaman terbaru di dunia maya.
Modus ini tidak terjadi karena pengguna sekadar menonton video, melainkan hacker menggunakan video tersebut sebagai alat untuk mengelabui korban agar menjalankan perintah berbahaya yang akhirnya menginfeksi perangkat dengan malware pencuri data. Waspada Hacker Curi Password Lewat Video TikTok dan Instagram Ini Modusnya memanfaatkan rasa penasaran dan keinginan pengguna untuk mendapatkan layanan premium secara gratis.
Dalam video tersebut, pengguna diarahkan untuk membuka aplikasi command-line seperti PowerShell di Windows, lalu menyalin dan menjalankan kode tertentu yang ditampilkan di layar. Sekilas, langkah tersebut terlihat seperti proses aktivasi aplikasi biasa. Padahal, di balik perintah yang dijalankan itu terdapat malware berbahaya yang langsung terunduh ke perangkat korban.
Baca juga:
Malware yang digunakan dalam serangan ini dikenal dengan nama Vidar. Vidar merupakan salah satu malware pencuri informasi yang sudah lama digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk mengumpulkan data sensitif dari perangkat korban. Setelah berhasil masuk ke komputer, malware ini dapat mencuri berbagai informasi penting seperti username dan password akun, cookie browser, data login media sosial, token sesi akun, informasi dompet kripto, dokumen pribadi, dan file penting yang tersimpan di perangkat.
Waspada Hacker Curi Password Lewat Video TikTok dan Instagram Ini Modusnya termasuk bentuk social engineering atau rekayasa sosial, yaitu teknik manipulasi psikologis untuk membuat korban melakukan tindakan yang menguntungkan pelaku. Strategi ini dinilai cukup efektif karena konten video lebih mudah dipercaya dibanding email phishing, banyak pengguna mengikuti tutorial tanpa memahami fungsi kode yang dijalankan, dan TikTok serta Instagram memiliki jutaan pengguna aktif setiap hari.
Menonton video TikTok atau Instagram tidak otomatis membuat perangkat terinfeksi malware. Infeksi baru terjadi ketika pengguna mengikuti instruksi yang diberikan dalam video, seperti menyalin kode tertentu, menjalankan perintah di PowerShell atau Terminal, mengunduh file dari sumber tidak resmi, atau menginstal software bajakan. Karena itu, pengguna perlu lebih berhati-hati terhadap konten tutorial yang menawarkan akses gratis ke layanan berbayar.
Waspada Hacker Curi Password Lewat Video TikTok dan Instagram Ini Modusnya dapat dicegah dengan beberapa langkah, seperti tidak tergiur software premium gratis, mengunduh aplikasi dari sumber resmi, tidak menjalankan kode yang tidak dipahami, mengaktifkan autentikasi dua faktor, dan menggunakan antivirus serta memperbarui sistem. Dengan meningkatnya kasus social engineering di media sosial, pengguna disarankan untuk tidak sembarangan mengikuti tutorial yang meminta menjalankan perintah sistem atau mengunduh software dari sumber tidak resmi.
Kesimpulan, Waspada Hacker Curi Password Lewat Video TikTok dan Instagram Ini Modusnya menjadi ancaman terbaru di dunia maya. Hacker kini memanfaatkan video TikTok dan Instagram untuk menyebarkan malware Vidar yang mampu mencuri password, data login, hingga informasi dompet kripto. Ancaman ini tidak berasal dari video itu sendiri, melainkan dari instruksi berbahaya yang membuat pengguna menjalankan kode tertentu di perangkat mereka.











