Hesti.id – 17 Juni 2026 | Telegram Still Accessible Via VPN Despite India‘s Temporary Ban menjadi topik hangat setelah pemerintah India melakukan pemblokiran sementara pada platform pesan instan Telegram. Pemblokiran ini dilakukan menjelang ujian ulang NEET-UG, karena diduga ada kelompok penipu yang menggunakan Telegram untuk menyebarkan klaim palsu tentang kebocoran soal ujian dan menyesatkan siswa. Namun, pemblokiran ini tidak sepenuhnya berhasil, karena banyak pengguna masih bisa mengakses Telegram melalui Virtual Private Network (VPN).
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas langkah pemerintah dalam memblokir akses ke Telegram. Pemblokiran ini hanya berlaku sampai 22 Juni, tetapi sudah banyak pengguna yang melaporkan bahwa mereka masih bisa mengakses Telegram melalui VPN. Beberapa orang bahkan membagikan screenshot yang menunjukkan bahwa Telegram masih bisa digunakan ketika diakses melalui VPN.
Pemblokiran ini juga mendapat kritik dari pendiri Telegram, Pavel Durov, yang menyatakan bahwa langkah ini tidak efektif dalam mencegah kebocoran soal ujian. Ia juga menyatakan bahwa pemblokiran ini hanya akan mempengaruhi pengguna biasa, bukan mereka yang bertanggung jawab atas kebocoran soal ujian.
Baca juga:
Telegram, yang memiliki lebih dari 150 juta pengguna di India, juga mengajukan Banding ke Pengadilan Tinggi Delhi untuk menentang perintah pemerintah. Perusahaan ini berharap bisa mendapatkan pengadilan yang adil dan tidak mempengaruhi jutaan pengguna yang tidak terlibat dalam kebocoran soal ujian.
Debat tentang efektivitas pemblokiran ini masih berlanjut. Sementara pemerintah percaya bahwa pemblokiran ini diperlukan untuk menjaga integritas ujian ulang NEET, akses Telegram melalui VPN telah menimbulkan tantangan baru bagi strategi ini. Setidaknya untuk saat ini, Telegram masih bisa diakses oleh pengguna di India melalui VPN, meskipun secara hukum pemblokiran masih berlaku.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemblokiran internet telah menjadi topik hangat di India. Pemerintah telah melakukan beberapa pemblokiran terhadap platform media sosial dan aplikasi pesan instan, tetapi efektivitas langkah ini masih dipertanyakan. Pemblokiran Telegram Still Accessible Via VPN Despite India’s Temporary Ban ini hanya menambah daftar panjang contoh bahwa pemblokiran internet tidak selalu efektif dalam mencegah kejahatan online.
Telegram Still Accessible Via VPN Despite India’s Temporary Ban juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah dapat meningkatkan efektivitas pemblokiran internet. Apakah pemerintah perlu mengambil langkah lebih lanjut untuk memblokir akses ke VPN, atau apakah ada cara lain untuk mencegah kebocoran soal ujian? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menunggu jawaban dari pemerintah dan stakeholders terkait.
Kesimpulan dari pemblokiran Telegram Still Accessible Via VPN Despite India’s Temporary Ban ini adalah bahwa pemblokiran internet tidak selalu efektif dalam mencegah kejahatan online. Pemerintah perlu mengambil langkah lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas pemblokiran internet dan mencegah kebocoran soal ujian. Telegram Still Accessible Via VPN Despite India’s Temporary Ban ini hanya menambah daftar panjang contoh bahwa pemblokiran internet tidak selalu efektif dalam mencegah kejahatan online.











