Hesti.id – 07 Juli 2026 | Nunukan menjadi sorotan setelah SDN 004 mengalami fenomena yang belum pernah terjadi dalam puluhan tahun, yaitu kekurangan jumlah murid baru. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah yang terletak di Nunukan Timur ini hanya berhasil menerima 94 siswa dari kuota 112 siswa yang tersedia. Kejadian ini tentu mengundang berbagai pertanyaan mengenai penyebab di balik penurunan jumlah pendaftar.
Kepala SDN 004, Nurlailah, menyatakan bahwa kekurangan pendaftar terjadi baik di jalur afirmasi maupun jalur domisili. Dari kuota jalur afirmasi yang disediakan sebanyak 25 siswa, hanya 13 siswa yang berhasil mendaftar, terdiri dari 4 laki-laki dan 9 perempuan. Sementara itu, jalur domisili hanya mampu menjaring 81 siswa. Dengan kondisi ini, total pendaftar yang diterima menjadi 94 siswa, jauh di bawah harapan.
Fenomena ini bukan hanya menjadi masalah bagi sekolah, tetapi juga menjadi perhatian bagi masyarakat Nunukan. Banyak yang beranggapan bahwa salah satu faktor penyebabnya adalah meningkatnya pilihan sekolah lain di sekitar Nunukan, seperti SDN 006. Dengan adanya alternatif ini, orang tua cenderung memilih sekolah yang dirasa lebih baik.
Baca juga:
Lebih jauh, Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan Sabri, juga mengunjungi SDN 004 untuk melakukan monitoring terhadap proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Dalam kunjungannya, ia menekankan pentingnya transisi yang ramah anak dari PAUD ke SD. Menurutnya, banyak siswa baru di SDN 004 yang sudah memiliki dasar pendidikan dari PAUD atau TK sebelumnya, yang menunjukkan hasil positif dari program transisi yang diterapkan.
Andi Annisa mengapresiasi perubahan yang terjadi di SDN 004, termasuk fasilitas yang lebih interaktif. Ruang kelas kini dilengkapi dengan pojok baca dan metode pembelajaran yang menyenangkan. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak merasa tertekan saat belajar, melainkan melalui metode bermain yang edukatif,” ujarnya.
Kondisi kurangnya pendaftar di SDN 004 Nunukan mencerminkan tantangan yang harus dihadapi oleh pihak sekolah dan pemerintah setempat. Dalam situasi ini, penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas agar lebih menarik bagi calon siswa dan orang tua mereka. Sekolah-sekolah lain di sekitar juga diharapkan dapat bersaing dengan baik untuk menarik minat siswa.
Meski demikian, pihak sekolah tetap optimis. Proses belajar mengajar akan tetap berjalan meskipun dengan jumlah siswa yang lebih sedikit. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih personal dan fokus bagi setiap siswa.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak terkait, diharapkan situasi ini dapat teratasi dan tidak terulang di masa depan. Nunukan sebagai salah satu daerah yang terus berupaya meningkatkan pendidikan harus mampu menarik kembali minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah-sekolah lokal.











