Hesti.id – 03 Juli 2026 | Safari politik Jokowi untungkan siapa? Ini kata Hendri Satrio [titlebase]. Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini memulai perjalanan politiknya kembali dengan mengunjungi berbagai daerah, dimulai dari Provinsi Lampung pada 26 hingga 28 Juni 2026. Kegiatan ini menarik perhatian banyak kalangan dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai siapa yang sebenarnya diuntungkan dari langkah tersebut.
Dalam kunjungannya, Jokowi terlihat hadir dalam acara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Momen ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pengamat politik, termasuk Hendri Satrio, mengenai dampak dari safari politik ini terhadap peta kekuasaan di Indonesia menjelang Pemilu 2029.
Menurut Hendri, meskipun dampak langsung dari safari politik Jokowi belum terlihat secara masif, ada potensi besar bahwa langkah ini akan menguntungkan PSI di masa depan. “Safari politik Jokowi untungkan siapa? Ini kata Hendri Satrio [titlebase]” menyoroti bahwa tindakan ini lebih merupakan investasi politik bagi keluarga dan pengaruhnya. Hendri menegaskan, saat ini, belum ada pihak yang benar-benar merasakan keuntungan dari safari ini, karena Jokowi baru memulainya.
Baca juga:
Jokowi yang dikenal sebagai sosok yang memiliki karisma politik yang kuat, tidak ingin sepenuhnya menghilang dari arena politik. Sebaliknya, ia memilih untuk tetap aktif dengan melakukan konsolidasi politik melalui berbagai kunjungan ke daerah, yang diharapkan dapat meningkatkan dukungan untuk PSI dan menjaga relevansi politik keluarganya.
Selain itu, safari politik ini juga menimbulkan spekulasi bahwa hubungan Jokowi dengan Prabowo Subianto, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan, mungkin retak. Namun, Hendri Satrio menolak spekulasi tersebut, menyatakan bahwa hubungan mereka baik-baik saja di hadapan publik. Ia menekankan bahwa safari ini bukanlah tanda adanya perpecahan, melainkan langkah strategis Jokowi untuk tetap terlibat dalam politik.
Melihat ke depan, banyak yang bertanya-tanya apakah safari politik ini akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju Pemilu 2029. Hendri Satrio berpendapat bahwa kehadiran Jokowi dalam acara PSI bukan sekadar dukungan biasa, tetapi juga bagian dari upaya untuk membangun infrastruktur politik yang lebih kuat di masa mendatang.
Dalam konteks demokrasi modern, mantan pemimpin sering kali tetap aktif dalam politik setelah masa jabatannya berakhir. Jokowi tampaknya ingin mengikuti jejak tersebut dengan menghidupkan kembali dukungan politiknya. Kehadirannya di acara PSI di Lampung, yang dihadiri ribuan kader dan simpatisan, menunjukkan bahwa pengaruhnya masih sangat kuat meskipun ia tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Di sisi lain, Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto, memilih untuk tidak terlibat dalam perdebatan mengenai safari politik Jokowi. Juru bicara Gerindra menyatakan bahwa partainya lebih fokus pada program-program yang berkaitan dengan kepentingan rakyat dan tidak ingin membahas partai lain pada saat ini.
Dengan begitu, pertanyaan yang muncul adalah, apakah safari politik Jokowi mampu memperkuat posisi PSI di panggung politik Indonesia dan apakah ini merupakan langkah strategis menuju Pemilu 2029? Sementara itu, Hendri Satrio menegaskan bahwa hasil dari safari politik ini akan terlihat lebih jelas seiring berjalannya waktu.











