8 Juli 2026

Robot Humanoid Canggih dari Startup China Mirip Manusia Asli

Penulis

Igone Shayleigh Igone

Robot Humanoid Canggih dari Startup China Mirip Manusia Asli
Robot Humanoid Canggih dari Startup China Mirip Manusia Asli

Hesti.id – 08 Juli 2026 | Startup China bikin robot humanoid yang bisa mirip banget manusia [titlebase], UBTech Robotics, baru saja meluncurkan U1, robot humanoid berukuran penuh yang dirancang untuk menjadi pendamping manusia. Robot ini memiliki desain yang dapat disesuaikan, sehingga terlihat sangat mirip dengan manusia berkat kulit sintetis yang lentur. U1 tidak hanya dirancang untuk berfungsi sebagai alat, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan emosional, terutama bagi kelompok lanjut usia dan mereka yang hidup sendiri.

Dengan rangka logam yang dilapisi kulit sintetis, U1 dilengkapi dengan berbagai fitur canggih seperti kamera pada mata, sensor di dada, dan mikrofon untuk merekam suara. Robot ini juga memiliki jemari yang dirapikan secara estetis, memberikan kesan lebih manusiawi. Harga untuk versi standar U1 mulai dari 119.800 yuan (sekitar Rp 316 juta), sementara versi “Ultra” yang lebih canggih bisa mencapai 990.000 yuan (sekitar Rp 2,6 miliar).

Menariknya, bagi konsumen dengan anggaran lebih, mereka dapat melakukan pemesanan custom untuk wajah, rambut, dan pakaian robot, agar mirip dengan orang terkasih atau karakter imajiner. Michael Tam, kepala brand UBTech Robotics, menjelaskan bahwa robot ini diharapkan dapat menemani pengguna seumur hidup. “Ia tidak akan pernah mengkhianati Anda, akan selalu setia, dan mencintai Anda tanpa syarat,” katanya saat peluncuran di Shenzhen.

Meskipun U1 memiliki kemampuan interaksi sosial yang tinggi, robot ini tidak dirancang untuk pekerjaan rumah tangga seperti memasak atau membersihkan. U1 dapat berfungsi selama empat jam dengan daya tahan baterai penuh, dan fokus pada pendampingan pengguna, seperti mengobrol ringan, mengingatkan jadwal minum obat, serta menemani menonton pertandingan olahraga.

Keberhasilan peluncuran U1 menunjukkan bahwa pasar robot humanoid di China semakin berkembang pesat. UBTech Robotics mengklaim telah menerima lebih dari 13.300 pesanan untuk robot ini, dengan pengiriman perdana yang dijadwalkan mulai September 2026. Namun, kehadiran robot yang sangat mirip manusia ini memicu diskusi di kalangan analis teknologi, terutama terkait dengan aspek psikologis interaksi antara manusia dan robot.

Demam robot humanoid di China juga terlihat dari berbagai inovasi lain yang muncul. Di ajang Mobile World Congress (MWC) di Shanghai, robot-robot humanoid seperti Vita Boy dan Flash menunjukkan kemampuan mereka dalam berinteraksi dengan manusia. Tidak hanya itu, Presiden China, Xi Jinping, juga menekankan pentingnya kemajuan teknologi robotika sebagai bagian dari inovasi besar negara, sejajar dengan kecerdasan buatan dan proyek strategis lainnya.

Dengan adanya teknologi 5G yang mendukung, robot-robot ini dapat beroperasi secara lebih efisien. Kombinasi AI dan jaringan telekomunikasi memudahkan robot untuk berfungsi sebagai pengumpul data yang berinteraksi dengan pengguna secara real-time. Hal ini menandakan bahwa kita memasuki era baru, di mana AI dan robot humanoid menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah, bagaimana posisi Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi robot humanoid ini? Meskipun teknologi di Indonesia masih dalam tahap pengembangan, kehadiran robot humanoid seperti U1 dari startup China dapat menjadi inspirasi dan tantangan bagi industri teknologi di tanah air.

Related Post

Tinggalkan komentar