Hesti.id – 04 Juli 2026 | Menyimpan dana darurat adalah langkah penting untuk memastikan keuangan kita tetap stabil dalam situasi mendesak. Namun, kesalahan menyimpan dana darurat yang sering dilakukan dapat membuat tujuan ini tidak tercapai. Banyak orang lebih fokus pada jumlah uang yang dikumpulkan, tanpa memperhatikan cara penyimpanannya.
Ketika membahas dana darurat, pertanyaan yang sering muncul adalah, “Berapa dana darurat yang ideal?” dan “Berapa persen dari gaji yang sebaiknya disisihkan?” Meskipun jumlah memang penting, cara penyimpanannya juga krusial agar dana tersebut dapat diakses dengan mudah saat dibutuhkan.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah panduan umum mengenai besaran dana darurat:
Baca juga:
- Lajang: Sekitar 3–6 kali pengeluaran bulanan.
- Sudah menikah: Sekitar 6–9 kali pengeluaran bulanan.
- Memiliki tanggungan: Sekitar 9–12 kali pengeluaran bulanan.
Angka-angka ini bukanlah aturan baku. Setiap orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda, jadi penting untuk menyesuaikan jumlah dana darurat dengan situasi pribadi.
Sebagian orang juga bertanya, “Berapa persen dari gaji yang sebaiknya disisihkan untuk dana darurat?” Umumnya, banyak yang merekomendasikan untuk menyisihkan antara 10–20% dari penghasilan bulanan. Namun, jika angka tersebut terlalu tinggi, mulailah dari jumlah yang lebih kecil. Konsistensi dalam menyisihkan dana lebih penting daripada menargetkan jumlah yang besar di awal.
Namun, ada beberapa kesalahan menyimpan dana darurat yang sering dilakukan yang perlu dihindari:
- Mencampur Dana Darurat dengan Uang Belanja: Kesalahan paling umum adalah menyimpan semua uang dalam satu rekening. Hal ini dapat menyebabkan dana darurat terpakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa disadari.
- Penggunaan untuk Keinginan Sesaat: Dana darurat seharusnya hanya digunakan untuk kondisi mendesak seperti kehilangan pekerjaan atau biaya pengobatan, bukan untuk belanja diskon atau liburan mendadak.
- Menargetkan Nominal Terlalu Besar: Banyak orang menunda membangun dana darurat karena merasa harus langsung mengumpulkan jumlah yang besar. Sebaiknya, mulailah dari nominal kecil dan bangun secara bertahap.
- Kurangnya Penyesuaian Saat Penghasilan Naik: Kenaikan penghasilan sering kali diikuti dengan gaya hidup yang meningkat. Penting untuk menilai kembali target dana darurat seiring bertambahnya penghasilan dan tanggungan.
Saat mempertimbangkan tempat penyimpanan dana darurat, umumnya disarankan untuk memilih instrumen yang mudah diakses. Namun, jika dana darurat sudah terbangun dengan baik, beberapa orang memilih untuk membagi penyimpanannya. Sebagian bisa tetap di tabungan untuk kebutuhan mendesak, sementara sebagian lainnya bisa dipertimbangkan untuk deposito sesuai dengan tujuan dan kebutuhan.
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah menggunakan Deposito FLEXI dari neobank. Dengan pembukaan deposito yang dapat dilakukan secara digital, nasabah bisa memilih tenor dari 1 hingga 12 bulan. Ini memberikan fleksibilitas yang lebih dalam mengelola dana, terutama jika tidak akan digunakan dalam waktu dekat. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, nasabah tetap bisa mendapatkan bunga sebesar 2% per tahun.
Namun, sebelum memutuskan untuk membuka deposito, penting untuk memahami fitur dan ketentuan yang berlaku. Pastikan untuk membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan sebelum melakukan investasi.
Dengan memahami dan menghindari kesalahan menyimpan dana darurat yang sering dilakukan, Anda dapat lebih siap menghadapi situasi mendesak. Pengelolaan dana darurat yang baik tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membantu merencanakan masa depan keuangan yang lebih baik.











