6 Juli 2026

Drama dan Kontroversi di British GP Formula 1 2026

Penulis

Mariabella La Fierza

Drama dan Kontroversi di British GP Formula 1 2026
Drama dan Kontroversi di British GP Formula 1 2026

Hesti.id – 06 Juli 2026 | Formula 1 kembali menyuguhkan drama di British Grand Prix yang berlangsung di Silverstone, dengan berbagai peristiwa menarik yang mengguncang para penggemar. Salah satu momen yang paling diingat adalah kebingungan yang terjadi di akhir balapan akibat keputusan kontrol balapan FIA yang mengecewakan banyak pihak.

Toto Wolff, kepala tim Mercedes, menyatakan bahwa FIA membuat keputusan yang tepat terkait kebingungan yang muncul akibat mobil safety car di lap terakhir. Penonton di Silverstone meluapkan kekecewaannya ketika FIA awalnya mengumumkan bahwa mobil safety car akan ditarik, namun kemudian tetap berada di trek, menghalangi kesempatan para pembalap untuk bertarung hingga akhir. Wolff menyatakan bahwa situasi ini tidak seharusnya terjadi, dan dibandingkan dengan keputusan kontroversial di Abu Dhabi pada tahun 2021 yang mengubah jalannya kejuaraan.

George Russell dari Mercedes berhasil meraih posisi kedua setelah tidak melakukan pit stop saat mobil safety car masuk, sementara rekan setimnya, Lewis Hamilton, terpaksa turun posisi setelah mengganti ban. Sementara itu, Charles Leclerc dari Ferrari berhasil merebut kemenangan pertama di Silverstone, menambah koleksi prestasi timnya.

Di sisi lain, Kimi Antonelli dari Mercedes mengalami masalah mekanis yang serius saat bersaing di depan. Kerusakan pada pelindung roda depan kiri membuat mobilnya tidak seimbang dan memaksanya untuk berjuang keras agar tetap bisa menyelesaikan balapan. Wolff mengakui kesalahan tim dan menegaskan bahwa mobil Formula 1 tidak seharusnya mengalami masalah seperti itu.

Kontroversi juga melanda Lewis Hamilton yang meraih podium ketiga. Setelah balapan, Hamilton diperiksa oleh para stewards terkait pelanggaran kuning bendera, yang membuatnya mendapatkan peringatan. Meskipun berhasil meraih podium ke-15 di Silverstone, momen tersebut sedikit terganggu oleh isu yang dihadapinya.

Dalam berita terkait, CEO Formula 1, Stefano Domenicali, mengungkapkan kemungkinan menambahkan Grand Prix Bahrain ke dalam kalender 2026 jika kondisi memungkinkan. Hal ini setelah balapan yang dijadwalkan sebelumnya dibatalkan akibat ketegangan politik di kawasan tersebut. Jika Bahrain kembali, balapan tersebut akan diadakan pada awal Oktober, menciptakan serangkaian balapan berturut-turut yang menantang bagi tim-tim Formula 1.

Adrian Newey, kepala tim Aston Martin, juga terlihat menginspeksi mobil Ferrari SF-26 yang dikemudikan oleh Leclerc, menunjukkan betapa kompetitifnya atmosfer di paddock saat ini. Newey, yang dikenal sebagai desainer paling sukses dalam sejarah Formula 1, tidak ragu untuk mempelajari desain mobil rival menjelang balapan.

Dengan semua drama dan kontroversi di British GP, Formula 1 terus menunjukkan bahwa olahraga ini penuh dengan ketegangan dan kejutan. Para penggemar kini menantikan balapan berikutnya dengan harapan akan lebih banyak aksi dan mungkin sedikit lebih sedikit kontroversi.

Related Post

Tinggalkan komentar