Hesti.id – 23 Juni 2026 | Jobstreet by SEEK Ungkap Pekerja Indonesia Merasa Paling Puas Dengan Gajinya karena mereka merasa bahwa gaji yang diterima sudah sesuai dengan pekerjaan yang dijalankan. Laporan terbaru dari Jobstreet by SEEK menunjukkan bahwa 81 persen pekerja Indonesia menilai gaji yang mereka terima saat ini sudah sesuai dengan pekerjaan yang dijalankan.
Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, mengatakan bahwa gaji merupakan faktor mendasar yang memengaruhi persepsi pekerja terhadap pekerjaan mereka. Lebih dari sekadar angka, kebahagiaan terhadap gaji membawa dampak langsung pada performa bisnis.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa kepuasan terhadap gaji memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas dan retensi karyawan. Pekerja yang merasa puas dengan bayaran mereka tercatat 1,7 kali lebih termotivasi dan bersedia memberikan usaha ekstra di tempat kerja.
Baca juga:
Jobstreet by SEEK Ungkap Pekerja Indonesia Merasa Paling Puas Dengan Gajinya karena mereka memiliki batasan yang tegas terkait nilai-nilai kerja. Hanya 3 persen responden yang bersedia bekerja di lingkungan perusahaan yang memiliki budaya kerja toksik demi kenaikan gaji 10 persen.
Jobstreet by SEEK Ungkap Pekerja Indonesia Merasa Paling Puas Dengan Gajinya juga menunjukkan bahwa pekerja Indonesia masih bersedia melakukan sejumlah kompromi demi peningkatan pendapatan. Sebanyak 29 persen responden bersedia tetap siaga di luar jam kerja, sementara 29 persen lainnya siap pindah ke kota atau negara lain apabila memperoleh kenaikan gaji sebesar 10 persen.
Sebagai langkah antisipasi terhadap ekspektasi karyawan yang tidak terpenuhi, Jobstreet by SEEK merekomendasikan perusahaan untuk memperkuat komunikasi yang transparan terkait kompensasi dan jenjang karier.
Kesimpulan dari laporan Jobstreet by SEEK Ungkap Pekerja Indonesia Merasa Paling Puas Dengan Gajinya adalah bahwa pekerja Indonesia memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terhadap gaji mereka, tetapi masih memiliki ekspektasi yang tidak terpenuhi. Perusahaan harus memperkuat komunikasi yang transparan terkait kompensasi dan jenjang karier untuk meningkatkan kepuasan karyawan dan mempertahankan talenta.











