Hesti.id – 22 Juni 2026 | BCA gangguan telah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan nasabah bank tersebut. Banyak pengguna yang mengeluhkan masalah QRIS hingga transfer yang tidak dapat dilakukan. Salah satu pengguna X, @yrenls, mengaku tidak bisa melakukan pembayaran menggunakan QRIS BCA saat sedang makan di pusat perbelanjaan.
Keluhan serupa juga disampaikan pengguna lain yang mengaku mengalami kendala saat memindahkan dana dari ShopeePay ke rekening BCA. Sementara itu, pengguna akun @DewiKusuma mengaku kesulitan melakukan pembayaran saat sedang makan. BCA gangguan ini telah menyebabkan ketidaknyamanan bagi banyak nasabah.
BCA gangguan juga terkait dengan ketegangan dagang yang berpotensi muncul lagi pada 2027. Lembaga riset BCA Research menilai kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran telah memperbaiki prospek pasar dalam jangka pendek, terutama dengan meredakan kekhawatiran terkait gangguan pasokan energi dan distribusi melalui Strait of Hormuz.
Baca juga:
BCA gangguan juga dapat dipengaruhi oleh fenomena cuaca ekstrem El Nino yang diperkirakan kembali menekan perekonomian Indonesia pada 2026. Kepala Ekonom BCA, David Sumual, menyebut tekanan inflasi tersebut sangat mungkin terjadi apabila dampak El Nino mulai terasa pada sektor produksi dan distribusi pangan dalam negeri.
BCA gangguan ini tentunya perlu diatasi oleh pihak BCA untuk menghindari ketidaknyamanan bagi nasabah. Dengan demikian, BCA dapat mempertahankan kepercayaan nasabah dan meningkatkan kualitas layanan.
Di sisi lain, BCA gangguan juga perlu diwaspadai oleh masyarakat untuk menghindari kerugian. Oleh karena itu, penting untuk memantau informasi terkini tentang BCA gangguan dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat.











