Hesti.id – 22 Juni 2026 | PM Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri Pelemahan Poundsterling Masih Terukur menjadi sorotan utama dalam dunia forex saat ini. Dalam beberapa jam terakhir, poundsterling dalam pair GBPUSD terpantau bergerak kuat kembali mendekati posisi tertinggi akhir pekan lalu pada perdagangan forex sesi Eropa hari Senin.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya dan mengatakan bahwa nominasi untuk calon PM baru akan dibuka pada tanggal 9 Juli. Setelah pengumuman tersebut, posisi Poundsterling yang bergerak kuat sejak sesi Asia terpangkas hingga turun di kisaran terendah dalam 11 pekan lebih.
Kemudian pair GBPUSD bergerak rebound kembali mendekati posisi resisten kuat harian di kisaran 1.3230. Berita pengunduran diri Starmer ini sebelumnya sudah diberitakan, bahkan ada media yang melaporkan PM Inggris Starmer dapat memutuskan paling cepat hari Senin apakah akan tetap menjabat dan mengikuti kontes kepemimpinan atau memulai proses pengunduran diri.
Baca juga:
PM Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri Pelemahan Poundsterling Masih Terukur ini menimbulkan ketidakpastian politik yang cukup besar. Mundurnya Starmer menjadikan dirinya Perdana Menteri Inggris keenam yang lengser sebelum waktunya dalam satu dekade terakhir. Fenomena revolving door di Downing Street Nomor 10 kembali menyuntikkan political risk premium ke dalam aset-depresiasi Sterling.
Meskipun ada gejolak, pelemahan poundsterling relatif terukur. Hal ini dikarenakan Starmer menyatakan akan tetap menjabat sebagai caretaker sampai pemimpin baru Partai Buruh terpilih. Langkah ini memberikan sedikit kepastian bagi pasar bahwa tidak akan ada kekosongan kekuasaan mendadak.
Secara teknikal, pergerakan GBPUSD sedang mendaki puncak tertinggi intraday dan akan menguji posisi psikologis di kisaran 1.3250. Kini pair berada di posisi 1.3220 yang naik kembali ke posisi tertinggi di 1.3232 sebelum kemudian menguji posisi 1.3250 dan kenaikan berikutnya di posisi R1.
PM Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri Pelemahan Poundsterling Masih Terukur ini menunjukkan bahwa poundsterling masih memiliki potensi untuk bergerak kuat dalam beberapa hari ke depan. Namun, perlu diingat bahwa ketidakpastian politik masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan poundsterling.
PM Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri Pelemahan Poundsterling Masih Terukur juga menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi Perdana Menteri Inggris selanjutnya. Nominasi untuk calon PM baru akan dibuka pada tanggal 9 Juli, dan ini akan menjadi momen yang sangat penting dalam menentukan arah poundsterling ke depan.
Di akhir, PM Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri Pelemahan Poundsterling Masih Terukur menunjukkan bahwa poundsterling masih memiliki potensi untuk bergerak kuat, namun ketidakpastian politik masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan poundsterling. Oleh karena itu, para investor perlu untuk terus memantau perkembangan terbaru dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan analisis yang akurat.











