22/06/2026

Harga Minyak Menanjak Setelah Pertemuan AS-Iran Gagal, Apa yang Terjadi?

Penulis

Qhadapi Ranolph Jehoichin

Harga Minyak Menanjak Setelah Pertemuan AS-Iran Gagal, Apa yang Terjadi?
Harga Minyak Menanjak Setelah Pertemuan AS-Iran Gagal, Apa yang Terjadi?

Hesti.id – 22 Juni 2026 | Harga minyak menanjak setelah pertemuan AS-Iran gagal, membuat kekhawatiran terhadap ketahanan perjanjian perdamaian sementara yang dicapai pekan lalu. Pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss dibatalkan, yang menimbulkan ketidakpastian atas upaya untuk mengubah kesepakatan sementara menjadi penyelesaian perdamaian.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali melakukan aksi militer terhadap Iran, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap ketahanan perjanjian perdamaian. Harga minyak mentah Brent berjangka internasional untuk Agustus naik 1,23% menjadi US$ 81,56 per barel, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (Wti) untuk Juli melonjak 3,04% menjadi US$ 78,93 per barel.

Goldman Sachs menilai bahwa goncangan pasokan berkelanjutan imbas ketegangan di Timur Tengah akan percepat peralihan ke kendaraan listrik, mengikis permintaan minyak mentah jangka panjang dan menambah risiko penurunan harga minyak. Harga minyak menanjak setelah pertemuan AS-Iran gagal, membuat kekhawatiran terhadap ketahanan perjanjian perdamaian sementara yang dicapai pekan lalu.

Harga minyak menanjak setelah pertemuan AS-Iran gagal, yang menimbulkan ketidakpastian atas upaya untuk mengubah kesepakatan sementara menjadi penyelesaian perdamaian. Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah kesepakatan sementara antara AS dan Iran resmi berlaku, yang ditandai dengan dibukanya kembali jalur pelayaran kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Harga minyak menanjak setelah pertemuan AS-Iran gagal, membuat kekhawatiran terhadap ketahanan perjanjian perdamaian sementara yang dicapai pekan lalu. Pemerintah masih mencermati perkembangan implementasi kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran sebelum memperkirakan dampaknya terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di dalam negeri.

Kesimpulan, harga minyak menanjak setelah pertemuan AS-Iran gagal, membuat kekhawatiran terhadap ketahanan perjanjian perdamaian sementara yang dicapai pekan lalu. Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah kesepakatan sementara antara AS dan Iran resmi berlaku, yang ditandai dengan dibukanya kembali jalur pelayaran kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Related Post

Tinggalkan komentar