23/06/2026

Bank Dunia Waspadai Perlambatan Ekonomi Global: Dampak dan Proyeksi Masa Depan

Penulis

Kim Cuc Krissa Kim Cuc

Bank Dunia Waspadai Perlambatan Ekonomi Global: Dampak dan Proyeksi Masa Depan
Bank Dunia Waspadai Perlambatan Ekonomi Global: Dampak dan Proyeksi Masa Depan

Hesti.id – 17 Juni 2026 | Bank Dunia Waspadai Perlambatan Ekonomi Global sebagai salah satu tantangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan telah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama melalui Selat Hormuz. Dalam laporan prospek ekonomi global terbarunya, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 2,5% pada tahun ini dari 2,9% pada tahun sebelumnya.

Dampak dari perlambatan ekonomi global ini tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik, melainkan juga oleh masyarakat miskin di berbagai belahan dunia melalui kenaikan harga dan perlambatan ekonomi. Bank Dunia Waspadai Perlambatan Ekonomi Global dan memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan terhadap arus komoditas berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan bahan baku, memperkuat tekanan inflasi, memperburuk ketahanan pangan, meningkatkan tekanan di sektor keuangan, serta mengurangi laju pertumbuhan ekonomi global.

Bank Dunia Waspadai Perlambatan Ekonomi Global dan menekankan bahwa proyeksi terbaru ini sedikit lebih rendah dibandingkan perkiraan Januari. Di luar periode pandemi Covid-19 dan krisis keuangan global 2008–2009, laju pertumbuhan tersebut akan menjadi yang terlemah sejak 1991. Bank Dunia juga mengingatkan bahwa dampaknya bisa jauh lebih berat jika gangguan tersebut memicu koreksi tajam di pasar saham atau lonjakan imbal hasil obligasi.

Dalam skenario yang lebih buruk, apabila Selat Hormuz tetap terganggu hingga kuartal terakhir tahun ini, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan turun menjadi hanya 2,1%. Pada kondisi tersebut, harga minyak dapat mencapai rata-rata US$115 per barel dan bertahan tinggi hingga tahun berikutnya. Bank Dunia Waspadai Perlambatan Ekonomi Global dan memperingatkan bahwa konflik yang lebih panjang berisiko memperdalam perlambatan ekonomi dunia.

Bank Dunia Waspadai Perlambatan Ekonomi Global dan menyarankan bahwa negara-negara berkembang perlu mewaspadai dampak tidak langsung dari perlambatan ekonomi global. Apabila pertumbuhan ekonomi dunia melemah lebih dalam, permintaan dari negara-negara tujuan ekspor utama seperti Amerika Serikat, China, dan kawasan Eropa dapat menurun. Kondisi tersebut berpotensi menekan kinerja ekspor manufaktur Indonesia, mulai dari tekstil, alas kaki, hingga produk elektronik, yang selama ini menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Kesimpulan dari Bank Dunia Waspadai Perlambatan Ekonomi Global adalah bahwa dampak dari perlambatan ekonomi global ini tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik, melainkan juga oleh masyarakat miskin di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi dampak dari perlambatan ekonomi global ini dan mempertahankan kepercayaan investor serta momentum pertumbuhan ekonomi di tengah lingkungan global yang semakin tidak menentu.

Related Post

Tinggalkan komentar