Hesti.id – 10 Juli 2026 | Tragedi ledakan mortir di Cipatat Bandung Barat, diduga meledak saat dibongkar, 3 orang tewas [titlebase], terjadi pada Rabu (8/7/2026) dan mengguncang warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat. Insiden ini mengakibatkan tiga pemulung, Ade (21), Suhri (40), dan Rodiana (40), kehilangan nyawa mereka akibat ledakan yang terjadi saat mereka berusaha membuka mortir yang ditemukan di area latihan militer.
Menurut informasi yang didapat, ketiga korban menemukan mortir saat mengais barang-barang bekas di dekat lokasi latihan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat. Mortir tersebut, yang dipastikan masih dalam kondisi aktif, dibawa pulang oleh para korban dengan niat untuk mengambil logamnya dan menjualnya. Tragisnya, saat mereka mencoba membuka mortir dengan palu, ledakan pun terjadi, mengakibatkan ketiga korban tergeletak di lokasi kejadian.
Kapolsek Cipatat, Kompol Andriani Sapin, menyatakan bahwa ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Dua korban dipastikan meninggal di tempat, sementara Rodiana yang sempat dilarikan ke rumah sakit juga tidak tertolong. Warga yang mendengar ledakan langsung berlarian menuju lokasi dan menemukan para korban dalam keadaan mengenaskan.
Baca juga:
Komandan Pusat Pendidikan Infanteri, Brigadir Jenderal Zaipul Rahman, menegaskan bahwa insiden ini tidak terjadi di area latihan resmi, melainkan di permukiman warga. Dia menjelaskan bahwa biasanya sebelum latihan, pihak TNI memberikan peringatan kepada warga melalui sirine agar tidak memasuki zona latihan.
“Kami selalu memberikan peringatan dan berkoordinasi dengan warga setempat. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa masih ada warga yang nekat mencari barang bekas di area yang seharusnya dihindari,” ungkap Zaipul.
Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan jenis dan asal mortir tersebut. Tim Inafis dan Tim Penjinak Bom (Jibom) juga dikerahkan untuk menyisir lokasi guna memastikan tidak ada bahan peledak lain yang tertinggal.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahaya yang diakibatkan oleh amunisi aktif yang mungkin tertinggal di area latihan militer. Kompol Andriani mengimbau agar masyarakat tidak menyentuh atau mencoba membuka benda mencurigakan yang diduga merupakan amunisi.
Tragedi ledakan mortir di Cipatat Bandung Barat, diduga meledak saat dibongkar, 3 orang tewas [titlebase] ini telah menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan masyarakat. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan, dan semua pihak dapat lebih waspada terhadap potensi bahaya yang ada di sekitar mereka.











