Hesti.id – 09 Juli 2026 | Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau yang lebih dikenal dengan nama Danantara, resmi memulai pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kota Denpasar, Bali. Proyek ini menjadi langkah awal Danantara dalam mewujudkan infrastruktur hijau di Indonesia dengan total nilai investasi mencapai Rp3 triliun.
Dalam acara groundbreaking yang berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa proyek PSEL Bali ini adalah yang pertama bagi Danantara di Indonesia. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada Oktober 2027 dan mulai beroperasi pada Desember 2027. Rosan menekankan bahwa teknologi yang akan digunakan telah teruji dan diterapkan di lebih dari 50 negara.
“Kami memilih melakukan proses tender ini secara terbuka untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi, serta memastikan bahwa teknologi yang digunakan sudah terbukti efektif,” ujar Rosan. Ia juga menambahkan bahwa pengolahan sampah yang akan dilakukan tidak hanya bersih dan ramah lingkungan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai tempat rekreasi.
Baca juga:
Di tengah perkembangan proyek ini, Danantara juga mendapatkan perhatian dari investor asing. Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, mengunjungi Danantara pada 7 Juli 2026 dan menyampaikan minat tinggi investor global terhadap proyek-proyek strategis di Indonesia. Rosan menjelaskan bahwa kunjungan Blair menjadi sinyal positif bagi iklim investasi, menunjukkan bahwa Indonesia berada di radar utama para investor internasional.
“Kami melihat antusiasme yang besar dari investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” kata Rosan. Ia menambahkan bahwa Danantara siap menjadi jembatan bagi modal internasional agar dapat masuk secara efektif ke dalam pasar Indonesia.
Selain proyek PSEL, Danantara juga membongkar dugaan praktik fraud di PT Pos Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola BUMN yang transparan dan akuntabel. Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menyatakan dukungannya terhadap langkah Danantara untuk mengusut tuntas dugaan kecurangan ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan reputasi PT Pos Indonesia sebagai salah satu tulang punggung layanan logistik nasional.
Dalam konteks ini, Danantara juga menjalin kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mempercepat transformasi dan meningkatkan efisiensi pendanaan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat struktur pendanaan BRI dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkualitas di tengah tantangan ekonomi global.
Dengan berbagai inisiatif dan proyek yang sedang berjalan, Danantara menunjukkan komitmennya untuk menjadi penggerak utama dalam pengembangan infrastruktur dan investasi di Indonesia. Melalui proyek-proyek seperti PSEL dan kolaborasi dengan investor global, Danantara berupaya menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat dan ekonomi nasional.











