8 Juli 2026

Pramono Anung Tindak Tegas Pak Ogah di Jalan Protokol Jakarta

Penulis

Nakasaputra Jeramy

Pramono Anung Tindak Tegas Pak Ogah di Jalan Protokol Jakarta
Pramono Anung Tindak Tegas Pak Ogah di Jalan Protokol Jakarta

Hesti.id – 08 Juli 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru-baru ini menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI untuk menertibkan keberadaan pengatur lalu lintas ilegal yang dikenal dengan sebutan ‘pak ogah‘ di jalan-jalan protokol Ibu Kota. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan di Jakarta. Dalam pernyataannya, Pramono menekankan bahwa pengaturan lalu lintas seharusnya dilakukan oleh petugas resmi yang memiliki kewenangan, bukan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

Pada acara peresmian Shelter Grab di Thamrin-Bundaran HI pada Selasa (7/7), Pramono mengatakan, “Saya meminta kepada Dinas Perhubungan untuk tempat-tempat jalan-jalan protokol yang ada ‘pak ogah’-nya ditertibkan. Karena saya ingin Jakarta menjadi lebih rapi.” Dengan adanya instruksi ini, diharapkan lalu lintas di Ibu Kota akan lebih tertib dan masyarakat dapat berkendara dengan lebih aman.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya untuk menertibkan pak ogah. Sahroni menegaskan bahwa penertiban harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di jalan protokol, tetapi juga di seluruh titik yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. “Polisi tolong jangan lembek. Di pusat kota seperti Senayan saja masih ada pak ogah, padahal lokasinya berdekatan dengan pos polisi,” ujar Sahroni.

Menurut Sahroni, keberadaan pak ogah ini tidak hanya ilegal, tetapi juga menyebabkan ketidakteraturan di jalan. Ia menjelaskan bahwa banyak pengendara yang mengalami perlakuan kurang baik jika tidak memberikan uang kepada pak ogah. “Jalan raya adalah fasilitas publik yang seharusnya dikelola dengan baik oleh petugas yang sah. Kita harus menghilangkan pengaturan lalu lintas yang tidak resmi agar lalu lintas dapat berjalan lancar,” tambahnya.

Pramono juga menginginkan agar fungsi jalan protokol kembali optimal tanpa gangguan dari aktivitas ilegal. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Dinas Perhubungan dan Polda Metro Jaya untuk menjaga ketertiban lalu lintas. “Mudah-mudahan membuat Jakarta lebih nyaman, lebih aman, dan lebih bisa dinikmati,” ungkap Pramono.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menata transportasi publik dan menjaga ketertiban kota. Pramono berharap agar penertiban ini dapat memperkuat integrasi transportasi publik serta mengurangi kemacetan akibat aktivitas yang tidak teratur.

Dalam pelaksanaannya, Pramono meminta agar semua pihak bekerja sama untuk menertibkan pak ogah dan memastikan bahwa pengaturan lalu lintas kembali ke tangan petugas resmi. Ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di jalur-jalur utama Jakarta.

Related Post

Tinggalkan komentar