Hesti.id – 04 Juli 2026 | Geger China suspend 19 eksportir sarang burung walet Indonesia, ternyata ini penyebabnya. Pemerintah China telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara akses ekspor 19 perusahaan sarang burung walet dari Indonesia. Langkah ini diambil setelah produk yang dikirim diduga tidak memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan oleh otoritas China. Menurut Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah yang berusaha keras untuk memulihkan akses ekspor perusahaan-perusahaan tersebut.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Karding menjelaskan bahwa pemerintah kini tengah mempercepat upaya untuk mengatasi masalah ini. “Kita di-suspend 19 perusahaan,” ujarnya, menambahkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan sanksi ini dapat dicabut secepatnya. Salah satu langkah yang diambil adalah memperkuat komunikasi diplomatik dengan Kedutaan Besar Indonesia di China, menjelang kunjungan General Administration of Customs of China (GACC) ke Indonesia pada bulan Juli mendatang.
Barantin juga telah mulai melakukan pembenahan terhadap sistem pengawasan mutu produk sebelum diekspor. Karding menegaskan pentingnya memastikan bahwa produk yang dikirim ke pasar internasional sudah memenuhi standar yang ditetapkan. “Kita ingin menunjukkan bahwa kita serius dalam menangani permasalahan ini,” tambahnya.
Baca juga:
Salah satu isu utama yang dihadapi adalah masalah kandungan aluminium yang terdeteksi di atas ambang batas 100 PPM (parts per million). Karding mengungkapkan bahwa banyak perusahaan yang mengalami suspensi karena masalah ini. “Kami ingin lebih baik ditahan di Indonesia daripada ditolak oleh China,” ujarnya, menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut diambil untuk menjaga reputasi dan keamanan produk Indonesia.
Di sisi lain, ada kabar baik dari industri sarang burung walet Indonesia. Yan Taitai Group, salah satu perusahaan besar di bidang ini, sedang melakukan ekspansi ke pasar China. Presiden Yan Taitai Group, Li Li, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut tengah bertransisi dari model pasokan tradisional ke kerangka kerja sama yang lebih terintegrasi. Mereka berencana untuk membangun laboratorium bersama dengan universitas-universitas terkemuka di China untuk meningkatkan kualitas produk dan proses penelitian dan pengembangan.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam industri sarang burung walet untuk memenuhi standar yang diharapkan oleh pasar China. Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, juga memberikan dukungan terhadap langkah Yan Taitai, yang dianggap telah mematuhi standar industri dengan baik.
Sementara itu, pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan kualitas kontrol produk agar tidak ada lagi perusahaan yang mengalami suspensi di masa depan. Barantin akan terus memantau dan mengevaluasi perusahaan-perusahaan yang berpotensi tidak memenuhi standar agar tindakan yang tepat dapat diambil sebelum masalah terjadi.
Dengan langkah-langkah yang sedang diambil, diharapkan situasi ini dapat segera teratasi dan akses ekspor bagi perusahaan sarang burung walet Indonesia dapat pulih kembali. Peningkatan kualitas dan keamanan produk menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan pasar, terutama di pasar yang ketat seperti China.











