Hesti.id – 30 Juni 2026 | Munster Technological University (MTU) baru saja meluncurkan program master teknik untuk memenuhi permintaan keterampilan tingkat lanjut, yang ditujukan bagi para profesional di sektor teknik dan manufaktur. Program ini dirancang secara khusus untuk membantu pengembangan kemampuan teknis, penelitian, dan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan dalam industri yang terus berubah.
Program baru ini berfokus pada bidang teknik manufaktur terintegrasi dan akan dilaksanakan secara paruh waktu di kampus MTU Kerry. Dengan adanya program ini, MTU berharap dapat menjawab kebutuhan mendesak akan keterampilan di berbagai area seperti manufaktur berkelanjutan, otomasi industri, kecerdasan buatan, rekayasa data, serta teknologi Industri 4.0.
Program ini akan berlangsung selama lima semester dengan pendekatan pembelajaran yang fleksibel. Materi ajar disusun oleh tim Rethinking Engineering in Education in Ireland (REEDI) dari MTU, yang berkomitmen untuk mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan dalam lingkungan manufaktur modern. MTU meluncurkan program master teknik untuk memenuhi permintaan keterampilan tingkat lanjut ini sebagai respons terhadap kebutuhan industri yang terus berkembang.
Baca juga:
Dalam pengembangan program ini, MTU telah melakukan konsultasi dengan berbagai mitra industri terkemuka, termasuk sektor teknologi medis, farmasi, makanan, elektronik, otomotif, dan jasa teknik. Hasilnya, teridentifikasi bahwa terdapat permintaan yang sangat tinggi untuk keahlian dalam bidang-bidang seperti digitalisasi, otomasi, kecerdasan buatan, dan teknologi Industri 4.0. Para pengusaha juga menekankan pentingnya keterampilan teknik tingkat lanjut untuk mendukung transisi hijau dan digital yang sedang berlangsung di sektor ini.
Program ini direncanakan akan dimulai pada bulan September 2026 dan diharapkan dapat menjadi pilihan ideal bagi para profesional teknik yang sudah bekerja di sektor manufaktur maupun industri terkait, serta bagi lulusan program teknik dan sains yang ingin mengembangkan keahlian mereka dalam penelitian dan inovasi di bidang manufaktur.
Dr. Fiona Boyle, kepala departemen STEM di MTU dan direktur REEDI, menegaskan pentingnya program ini. Ia menyatakan, “Sektor manufaktur Irlandia sedang mengalami pertumbuhan pesat, dan perusahaan-perusahaan mencari insinyur yang memiliki kombinasi keahlian teknis yang mendalam dan kemampuan untuk memimpin di bidang penelitian, inovasi, digitalisasi, serta perubahan berkelanjutan dalam organisasi mereka.”
Peluncuran program ini juga sejalan dengan rencana strategis baru yang diluncurkan oleh Jaringan Keterampilan Teknik dan badan perwakilan bisnis Ibec pada akhir bulan Mei. Rencana tersebut bertajuk ‘Engineering a Skills-First Future 2026-2029’ dan bertujuan untuk menangani masalah keterampilan yang dihadapi industri. Melalui kerja sama dengan pemimpin industri, pelajar, dan komite pengarah Engineering Skillnet, rencana ini mencakup identifikasi kesenjangan bakat serta pemetaan teknologi baru untuk memastikan bahwa tenaga kerja teknik Irlandia tetap gesit, produktif, dan kompetitif di tingkat global.
Dengan adanya program master teknik untuk memenuhi permintaan keterampilan tingkat lanjut ini, MTU menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi pada pengembangan keterampilan yang dibutuhkan di era industri 4.0, sekaligus membantu para profesional untuk lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Keberadaan program ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antara pendidikan dan industri, serta mendorong inovasi yang berdampak positif bagi sektor manufaktur di Irlandia.











