30 Juni 2026

CEO Global Serukan Pelatihan Ulang Besar-Besaran di Era AI

Penulis

Nakasaputra Jeramy

CEO Global Serukan Pelatihan Ulang Besar-Besaran di Era AI
CEO Global Serukan Pelatihan Ulang Besar-Besaran di Era AI

Hesti.id – 30 Juni 2026 | Dalam laporan terbaru yang dirilis pada 29 Juni 2026, para CEO mengharapkan adanya pelatihan ulang dalam skala besar seiring dengan perubahan AI dalam angkatan kerja. Survei yang dilakukan oleh EY Ireland menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan global, CEO di Irlandia tetap optimis mengenai pertumbuhan yang akan datang.

Survei yang dilakukan oleh EY Ireland dalam kemitraan dengan FT Longitude melibatkan 1.200 CEO dari seluruh dunia, termasuk 200 CEO dari Irlandia. Hasil survei menunjukkan bahwa 92 persen CEO di Irlandia yakin akan pertumbuhan pendapatan dan posisi kompetitif mereka dalam 12 bulan ke depan. Namun, mereka juga mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap risiko-risiko yang ada, seperti ketidakstabilan geopolitik dan volatilitas makroekonomi.

Helena O’Dwyer, partner dan kepala strategi di EY-Parthenon Irlandia, menjelaskan bahwa CEO di Irlandia sedang berusaha menavigasi situasi yang kompleks dan tak terduga. Ia mencatat bahwa meskipun ada keyakinan terhadap pertumbuhan, kecepatan perubahan geopolitik sangat cepat dan telah menjadi bagian dari operasi sehari-hari.

Lebih lanjut, laporan tersebut menunjukkan bahwa banyak CEO kini beralih dari fase pengujian investasi AI ke fase akuntabilitas. Sebanyak 84 persen CEO di Irlandia menyatakan telah meningkatkan investasi mereka di bidang AI sejak tahun 2025, dengan fokus yang lebih besar pada hasil yang terukur. Sekitar 68 persen dari mereka menggunakan metrik standar untuk mengukur dampak AI di berbagai proyek.

Para CEO mengharapkan adanya pelatihan ulang dalam skala besar seiring dengan perubahan AI dalam angkatan kerja. Sekitar 60 persen CEO percaya bahwa pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan dalam bidang AI akan menjadi dua dampak paling signifikan dalam tiga tahun ke depan. Hanya satu dari sepuluh CEO yang khawatir bahwa hal ini akan mengurangi perekrutan di posisi tertentu.

Meskipun optimis, resistensi budaya terhadap perubahan menjadi perhatian utama bagi 40 persen CEO di Irlandia. Mereka melihat hal ini sebagai penghalang untuk mencapai nilai maksimal dari investasi AI yang dilakukan. Di sisi lain, hanya 16 persen CEO global yang melaporkan kekhawatiran serupa.

Carol Murphy, partner dan kepala pasar di EY Ireland, menekankan bahwa pertanyaan yang kini diajukan oleh CEO bukan lagi apakah mereka akan berinvestasi dalam AI, tetapi apa hasil yang akan dihasilkan dan langkah selanjutnya. Perusahaan-perusahaan semakin memasukkan AI ke dalam operasi inti mereka, meskipun perubahan ini membawa tantangan tersendiri bagi tenaga kerja.

Banyak organisasi kini menyadari perlunya melakukan pelatihan ulang dan merancang ulang peran untuk memanfaatkan AI dengan maksimal. Namun, kemajuan tidak selalu berjalan mulus. Penolakan terhadap perubahan masih terlihat di berbagai tingkat organisasi, dan untuk bisnis kecil serta menengah, proses pelatihan dan transformasi harus berjalan seiring dengan kegiatan operasional sehari-hari.

Dengan adanya tantangan yang dihadapi dan potensi perubahan yang ditawarkan oleh AI, para CEO jelas menyadari bahwa mereka perlu beradaptasi untuk tetap kompetitif. Pelatihan ulang dalam skala besar menjadi salah satu langkah strategis yang harus diambil untuk memastikan bahwa karyawan siap menghadapi tuntutan yang baru di era digital ini.

Related Post

Tinggalkan komentar