30 Juni 2026

Pemprov Sulut dan BI Kolaborasi Dorong UMKM Go Global

Penulis

Hehet Hehet Hehet

Pemprov Sulut dan BI Kolaborasi Dorong UMKM Go Global
Pemprov Sulut dan BI Kolaborasi Dorong UMKM Go Global

Hesti.id – 29 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama dengan Bea Cukai dan Bank Indonesia (BI) telah melakukan kolaborasi yang signifikan untuk mendorong UMKM Sulut go global. Inisiatif ini berhasil menunjukkan hasil yang positif dengan peluncuran layanan direct call dari Pelabuhan Bitung ke Tiongkok, yang pertama kalinya mengirimkan arang tempurung kelapa dari UMKM lokal secara langsung. Pengiriman perdana ini melibatkan sebanyak 25 ton arang tempurung kelapa yang dikemas dalam kontainer internasional berukuran 40 feet.

Pengiriman ini merupakan bagian dari pengapalan Direct Call SITC ke-4, yang berlangsung pada tanggal 22 Juni 2026. Tercatat, dalam pengapalan tersebut terdapat total 114 kontainer yang diangkut oleh 16 perusahaan eksportir asal Sulawesi Utara. Komoditas yang diekspor tidak hanya arang tempurung kelapa, tetapi juga mencakup berbagai produk unggulan lainnya seperti kopi, produk perikanan, rempah-rempah, dan produk turunan kelapa.

Keberhasilan dalam pengiriman ini menjadi bukti nyata dari manfaat yang dihadirkan oleh layanan direct call. Adeltus Lolok, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, menjelaskan bahwa layanan ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi eksportir besar, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk mengakses pasar internasional dengan biaya logistik yang lebih efisien dan waktu pengiriman yang lebih singkat. “Pelaku usaha, termasuk UMKM, kini dapat merasakan langsung keuntungan dari layanan direct call ini,” ungkapnya.

Alan Harvey Palar, Ketua Sulut Go Ekspor, menambahkan bahwa keberadaan jalur pelayaran langsung dari Pelabuhan Bitung ke Tiongkok memberikan akses yang lebih luas bagi produk-produk Sulawesi Utara untuk bersaing di pasar global. Ia berharap bahwa kehadiran layanan ini akan mendorong lahirnya lebih banyak eksportir baru dari daerah, sehingga dapat memperkuat perekonomian lokal.

Kolaborasi Pemprov Sulut BC dan BI Dorong UMKM Sulut Go Global ini tidak hanya sekadar tentang pengiriman barang, tetapi juga tentang memperkuat posisi Bitung sebagai gerbang ekspor di kawasan timur Indonesia. Dengan adanya layanan direct call, pelaku usaha di Sulut diharapkan dapat lebih mudah mengakses pasar internasional, yang merupakan langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Seiring dengan perkembangan ini, pelaku usaha di Sulawesi Utara diharapkan lebih berani untuk memasarkan produk mereka secara internasional. Dukungan dari pemerintah dan instansi terkait seperti Bea Cukai dan Bank Indonesia sangat diperlukan untuk memastikan bahwa UMKM dapat berpartisipasi aktif dalam pasar global.

Dengan demikian, kolaborasi yang dilakukan oleh Pemprov Sulut, Bea Cukai, dan Bank Indonesia menjadi langkah strategis untuk mendorong UMKM di Sulut agar mampu bersaing di panggung internasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk melakukan hal serupa dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Related Post

Tinggalkan komentar