Hesti.id – 24 Juni 2026 | Timnas Turki harus mengubur mimpi untuk lolos dari babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan beruntun pada pertandingan Grup D. Jalan berliku Turki menuju Piala Dunia 2026 yang berakhir antiklimaks ini memang tidak mudah. Mereka lolos melalui jalur yang berliku setelah finis sebagai peringkat kedua Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa dengan 13 poin dari enam pertandingan, di bawah Spanyol yang melaju otomatis sebagai juara grup.
Turki kemudian harus menjalani dua laga play-off sebelum akhirnya memastikan tiket ke putaran final dengan menyingkirkan Rumania dan Kosovo. Namun, perjuangan panjang tersebut tidak berlanjut manis di putaran final. Pada laga pertama Grup D, Turki kalah 0-2 dari Australia, sebelum kembali tumbang 0-1 dari Paraguay pada pertandingan kedua. Dua kekalahan beruntun itu membuat Turki menjadi tim kedua yang dipastikan tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026 setelah Haiti di Grup C.
Meski masih menyisakan satu pertandingan melawan tuan rumah Amerika Serikat, kemenangan tidak akan mengubah nasib mereka. Turki tetap akan finis di posisi juru kunci karena kalah head-to-head dari Australia maupun Paraguay jika nantinya memiliki jumlah poin yang sama. Jalan berliku Turki menuju Piala Dunia 2026 yang berakhir antiklimaks ini memang mengecewakan. Kegagalan Turki untuk sekadar lolos dari fase grup saat datang dengan status unggulan ternyata bukan hal baru.
Baca juga:
Seolah-olah, Turki memiliki kebiasaan mengalami antiklimaks ketika datang sebagai salah satu kuda hitam atau bahkan kandidat kuat dalam sebuah turnamen besar. Jalan berliku Turki menuju Piala Dunia 2026 yang berakhir antiklimaks ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan di level tertinggi. Jalan berliku Turki menuju Piala Dunia 2026 yang berakhir antiklimaks ini memang menjadi pelajaran berharga bagi timnas Turki untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan mereka di masa depan.
Kesimpulan dari jalan berliku Turki menuju Piala Dunia 2026 yang berakhir antiklimaks ini adalah bahwa timnas Turki masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan mereka. Mereka harus belajar dari kegagalan ini dan menggunakan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik di masa depan.











