Hesti.id – 10 Juli 2026 | Quantum computing kini menjadi salah satu topik terpanas dalam dunia teknologi, menawarkan potensi yang luar biasa dalam berbagai bidang. Di tengah kemajuan teknologi yang cepat, para ilmuwan dari Universitas Innsbruck, Heinrich Heine University Düsseldorf, dan Lund University baru-baru ini mengembangkan metode baru untuk mengukur dan mengonfirmasi kekuatan dari berbagai jenis pengukuran quantum. Metode ini memungkinkan para peneliti untuk membedakan antara pengukuran yang lebih sederhana dan pengukuran yang lebih kompleks, dikenal sebagai Positive Operator Valued Measures (POVMs).
POVMs tidak hanya konsep matematis, melainkan merupakan kunci dalam meningkatkan kinerja tugas-tugas seperti membedakan antara keadaan quantum yang sulit dibedakan, meningkatkan informasi dari sensor quantum, dan mengamankan komunikasi quantum. Namun, implementasi POVMs dalam perangkat quantum masih menjadi tantangan besar. Dengan adanya platform quantum baru yang dikembangkan di Universitas Innsbruck, yang menggunakan qudits daripada qubits, para peneliti kini dapat lebih mudah merealisasikan dan mengonfirmasi keberhasilan pengukuran ini.
Selain itu, perkembangan teknologi quantum juga menarik perhatian banyak perusahaan besar, termasuk Cisco, yang melihat potensi AI dan quantum computing dalam menciptakan aplikasi spesifik sektor. Dalam wawancara dengan Fortune India, Daisy Chittilapilly, Presiden Cisco India & South Asia, menjelaskan bagaimana India telah menjadi pusat strategi dalam pengembangan teknologi ini, memperkuat investasi dalam infrastruktur cloud dan kemampuan AI.
Baca juga:
Di sisi lain, Festival Kecepatan Goodwood juga menyoroti pentingnya teknologi masa depan dalam pameran FOS Future Lab. Pameran ini menampilkan berbagai inovasi mulai dari misi kembali ke bulan NASA, habitat bawah laut, hingga aplikasi teknologi quantum computing yang dapat mengubah cara kita hidup dan bekerja. Dengan tema seperti New Frontiers dan Intelligent Systems, pameran ini tidak hanya menjelaskan teknologi, melainkan juga memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung untuk memahami aplikasi praktis dari inovasi tersebut.
Namun, tidak semua perusahaan dalam sektor quantum computing menunjukkan pertumbuhan yang sama. Rigetti Computing, misalnya, mengalami penurunan pendapatan meskipun memiliki valuasi pasar yang tinggi. Perusahaan ini merupakan salah satu contoh bagaimana hype di sekitar teknologi quantum dapat menyebabkan investor berisiko menghadapi kerugian ketika realisasi tidak sesuai harapan. Rigetti terus menjual saham untuk mendanai operasionalnya, tetapi ini juga menghasilkan dilusi yang berpotensi menurunkan nilai saham di masa depan.
Dengan semua perkembangan ini, jelas bahwa quantum computing bukan hanya sekadar tren, tetapi merupakan ujung tombak dari inovasi yang dapat merubah banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari kita. Baik dalam pengembangan teknologi untuk eksplorasi luar angkasa, aplikasi di sektor kesehatan, maupun dalam komunikasi, quantum computing memiliki peran yang sangat penting. Ke depan, pengukuran dan pemanfaatan teknologi ini akan sangat bergantung pada pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap potensi yang ditawarkannya.











