9 Juli 2026

Mengenal Sejarah Format Gambar PNG yang Hampir Berbayar

Penulis

Mayhew Judas Manuia

Mengenal Sejarah Format Gambar PNG yang Hampir Berbayar
Mengenal Sejarah Format Gambar PNG yang Hampir Berbayar

Hesti.id – 09 Juli 2026 | Pernahkah kamu mendengar tentang sejarah format gambar PNG? Ternyata, di balik popularitasnya yang kini mendunia, ada cerita menarik yang mengungkapkan betapa dekatnya kita dengan skenario yang mengharuskan kita membayar untuk menggunakan format ini. Sempat Mau Bayar Ini Sejarah Format Gambar PNG yang Unik dimulai pada tahun 1995 ketika para pengembang internet berusaha menghadapi dominasi format GIF yang mulai dikenakan biaya royalti.

Format GIF (Graphics Interchange Format) sebelumnya menguasai dunia gambar di internet berkat ukuran file yang kecil dan kemampuannya dalam menampilkan warna dengan efisien. Namun, pada Desember 1994, Unisys, perusahaan pemegang paten atas teknologi kompresi LZW yang digunakan oleh GIF, mengumumkan bahwa mereka akan mulai memungut biaya royalti dari semua pengembang yang menggunakan format tersebut. Keputusan ini memicu kemarahan di kalangan pemilik website dan programmer, yang merasa tertekan oleh kebijakan mendadak ini.

Sebagai respons terhadap situasi ini, seorang pengembang bernama Thomas Boutell menginisiasi penciptaan format baru yang disebut PNG (Portable Network Graphics) pada Januari 1995. Nama PNG awalnya diplesetkan sebagai singkatan dari “PNG’s Not GIF”, menandakan bahwa ini adalah alternatif gratis yang diciptakan untuk menandingi GIF. Pengembangan format ini dilakukan secara kolaboratif oleh sekelompok ahli komputer di komunitas internet yang bertekad menciptakan standar baru yang bebas royalti.

Format PNG resmi distandarisasi oleh W3C (World Wide Web Consortium) pada Oktober 1996 dan menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan GIF. Salah satu fitur utama dari PNG adalah kompresi tanpa pecah (lossless) yang menggunakan algoritma Deflate. Berbeda dengan GIF yang dapat merusak kualitas gambar saat disimpan berkali-kali, PNG menjaga keaslian gambar meski diolah berulang kali.

Selain itu, PNG juga mendukung transparansi yang lebih halus. Jika GIF hanya dapat menampilkan transparansi dengan pinggiran yang kasar, PNG memungkinkan gradasi transparansi yang lebih rapi berkat dukungan Alpha Channel hingga 8-bit. Ini membuat PNG menjadi pilihan ideal bagi mereka yang membutuhkan gambar dengan latar belakang transparan tanpa gangguan visual.

Dalam hal variasi warna, PNG jauh lebih unggul dibandingkan GIF. Format GIF dibatasi hanya mampu menampung maksimal 256 warna, sementara PNG dapat mendukung jutaan warna dengan TrueColor hingga 48-bit, menjadikannya pilihan sempurna untuk fotografi digital.

Setelah mengamati banyaknya pengguna internet yang beralih ke PNG dan memboikot GIF, Unisys akhirnya mulai berkompromi. Pada 20 Juni 2003, paten atas kompresi LZW mereka kedaluwarsa di seluruh dunia, dan GIF kembali menjadi format gratis. Meski demikian, PNG telah terlanjur menjadi standar baru di dunia digital.

Dengan demikian, Sempat Mau Bayar Ini Sejarah Format Gambar PNG yang Unik ini adalah pengingat akan pentingnya kolaborasi komunitas dalam menghadapi monopoli teknologi. Format PNG yang kita kenal dan gunakan secara bebas saat ini merupakan hasil dari usaha kolektif untuk menciptakan solusi yang lebih baik dan lebih adil dalam dunia digital.

Jadi, apakah kamu lebih sering menggunakan format PNG atau WebP dalam pekerjaan desainmu? Berikan pendapatmu di kolom komentar!

Related Post

Tinggalkan komentar