
Hesti.id – 18 Juli 2026 | Investasi Batam lampaui target 44,01 triliun rupiah pada tahun 2025, menandai pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dibandingkan negara. Data ini menunjukkan Batam tidak hanya menjadi magnet bagi investor, tetapi juga berhasil mengoptimalkan penerimaan negara melalui PNBP sebesar 1,93 triliun rupiah.
Di Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI pada 16 Juli 2026, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan pencapaian investasi yang menakjubkan. Realisasi investasi mencapai 44,01 triliun rupiah, meningkat 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan 118,97 persen dari target yang ditetapkan.
Perkembangan ini bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 6,76 persen, melampaui angka nasional 5,11 persen. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai 1,93 triliun, menandai kontribusi signifikan Batam terhadap fiskal daerah.
Rencana investasi di Batam didukung oleh infrastruktur pelabuhan bebas dan kawasan perdagangan bebas yang memudahkan proses bisnis. Amsakar Achmad menegaskan bahwa kebijakan fiskal yang pro-investasi dan regulasi yang transparan menjadi faktor utama. Selain itu, BP Batam berencana mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan, mengoptimalkan penerimaan negara, dan memperkuat sistem pengendalian internal.
Optimisme terhadap WTP ke-10 berakar pada rekam jejak transparansi laporan keuangan BP Batam. Sejak 2016, BP Batam telah memperoleh opini WTP secara berturut-turut, menunjukkan konsistensi tata kelola keuangan yang baik. Pencapaian investasi yang tinggi memperkuat posisi Batam sebagai contoh pengembangan investasi nasional, menginspirasi daerah lain untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepastian berusaha.
Pengaruh positif dari pencapaian ini meluas ke sektor-sektor lain. Pertumbuhan investasi meningkatkan permintaan barang dan jasa, memperluas lapangan kerja, dan menstimulasi pendapatan daerah. Peningkatan PNBP memberikan ruang lebih bagi BP Batam untuk memperluas program pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Digitalisasi yang direncanakan akan mempercepat proses administrasi investasi, mengurangi birokrasi, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran. Sistem pengendalian internal yang diperkuat akan mencegah penyalahgunaan dana dan memastikan alokasi sumber daya sesuai prioritas pembangunan.
Komisi VI DPR RI menilai pencapaian ini sebagai bukti kuat bahwa Batam mampu bersaing di panggung global. Ketua Komisi, Andre Rosiade, menekankan pentingnya menjaga momentum ini dan terus memperbaiki kebijakan yang mendukung investasi.
Investasi Batam lampaui target 44,01 triliun rupiah pada tahun 2025, menandai pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dibandingkan negara. Dengan optimisme meraih WTP ke-10, Batam menunjukkan komitmen pada transparansi, akuntabilitas, dan inovasi dalam pengelolaan keuangan. Pencapaian ini tidak hanya memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah secara keseluruhan.