10 Juli 2026

Harga BBM Pertamina Terbaru: Biodiesel B50 dan Pertalite

Penulis

Nakasaputra Jeramy

Harga BBM Pertamina Terbaru: Biodiesel B50 dan Pertalite
Harga BBM Pertamina Terbaru: Biodiesel B50 dan Pertalite

Hesti.id – 10 Juli 2026 | Harga BBM Pertamina saat ini menjadi perhatian utama masyarakat, terutama dengan adanya peluncuran program Biodiesel B50. Sejak diluncurkan, harga B50 dipastikan tidak akan membebani konsumen lebih dari harga bahan bakar diesel bersubsidi sebelumnya, yaitu Biosolar B40, yang saat ini dipatok Rp 6.800 per liter di seluruh jaringan SPBU Pertamina.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa harga B50 akan mengikuti mekanisme evaluasi harga BBM solar yang dilakukan setiap bulan. Dengan kata lain, tidak ada perubahan signifikan dalam hal harga yang harus dibayar oleh konsumen. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, juga mengkonfirmasi bahwa harga B50 akan dijaga di kisaran Rp 6.800 per liter berkat dukungan skema subsidi dari pemerintah.

Sementara itu, pada tanggal 10 Juli 2026, harga BBM Pertamina lainnya juga mengalami penyesuaian. PT Pertamina (Persero) menurunkan sejumlah harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Misalnya, harga Pertamax Turbo untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya kini menjadi Rp 19.300 per liter, turun dari Rp 20.750 per liter sebelumnya.

Jenis BBMHarga (Rp)Perubahan
Pertamax Turbo19.300Turun dari 20.750
Dexlite19.700Turun dari 23.000
Pertamina Dex21.150Turun dari 24.800
Pertamax16.250Tetap
Pertamax Green 9517.000Tetap

Dengan penurunan harga ini, masyarakat di beberapa daerah seperti Karanganyar, Jawa Tengah, menunjukkan kesetiaan mereka pada Pertalite yang kini dijual pada harga Rp 10.000 per liter. Meskipun harus menghadapi antrean panjang di SPBU, konsumen memilih Pertalite karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan BBM nonsubsidi.

Antrean panjang di SPBU menjadi pemandangan yang umum, terutama setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi yang terjadi pada bulan lalu. Banyak pengguna kendaraan yang beralih ke Pertalite demi menghemat pengeluaran, sehingga menyebabkan lonjakan permintaan. Salah satu warga Karanganyar, Hakim, mengungkapkan bahwa meskipun harus sabar mengantre, ia tetap setia menggunakan Pertalite karena harga yang lebih murah.

Di tengah berbagai perubahan ini, penting bagi masyarakat untuk tetap memantau harga BBM Pertamina yang dapat berpengaruh pada pengeluaran sehari-hari. Dengan adanya subsidi dan program biodiesel, diharapkan harga BBM tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Related Post

Tinggalkan komentar