Kamis, 16 Jul 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Mayhew Judas Manuia pada Teknologi
16 Jul 2026 03:34 - 4 menit reading

Agentic AI ERP: CEO Rimini Street Seth Ravin Paparkan Prospek Revolusi Bisnis

Hesti.id – 16 Juli 2026 | Perkembangan teknologi informasi terus bergerak maju dengan kecepatan yang luar biasa, membawa serta perubahan fundamental dalam cara perusahaan mengelola sumber daya dan operasionalnya. Dalam lanskap digital yang semakin kompetitif, CEO Rimini Street Seth Ravin Paparkan Prospek Agentic AI ERP sebagai solusi masa depan yang tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar mengubah paradigma sistem Enterprise Resource Planning (ERP) tradisional. Langkah ini diproyeksikan akan menjadi katalis utama bagi percepatan transformasi digital di berbagai organisasi dan perusahaan di Indonesia maupun global.

Agentic AI ERP bukan lagi sekadar konsep teoretis. Teknologi ini diklaim mampu menghadirkan sistem yang jauh lebih cerdas, fleksibel, dan efisien dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem ini dirancang untuk membantu perusahaan memangkas biaya operasional TI secara signifikan, sambil tetap menjaga performa bisnis yang optimal. Ini adalah evolusi nyata dari apa yang selama ini kita kenal sebagai sistem ERP konvensional.

Evolusi dari ERP Tradisional yang Kaku

CEO Rimini Street, Seth Ravin, menjelaskan bahwa Agentic AI ERP merupakan jawaban atas keterbatasan sistem ERP tradisional yang selama ini dinilai semakin sulit mengikuti kebutuhan bisnis yang bergerak sangat cepat. Dalam temu media di Jakarta, Selasa (14/7/2026), Seth Ravin menekankan bahwa adopsi teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk menyederhanakan proses bisnis yang rumit, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, serta mengurangi beban biaya pengelolaan sistem TI yang seringkali membengkak.

“Perusahaan atau organisasi di mana pun, termasuk di Indonesia, dituntut bisa lebih cepat dan lebih cerdas dalam merespons perubahan pasar. Agentic AI ERP mampu menghadirkan kelincahan, kecerdasan, dan hasil yang terukur dengan investasi minimal serta risiko yang lebih rendah,” ujar Seth Ravin dengan tegas. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya adaptasi teknologi agar bisnis tidak tertinggal di era Industri 4.0.

Mitra Kerja Digital yang Otonom

Salah satu fitur unggulan dari Agentic AI ERP adalah desainnya sebagai platform berbasis kecerdasan buatan otonom. Berbeda dengan AI biasa yang hanya menjalankan perintah, Agentic AI ERP mampu merencanakan, mengambil keputusan, hingga mengeksekusi tugas-tugas kompleks secara mandiri. Kemampuan ini mengubah peran AI dari sekadar alat bantu menjadi mitra kerja digital yang adaptif dan memiliki kemampuan prediktif yang kuat.

Seth Ravin menambahkan bahwa arsitektur Agentic AI ERP memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi divisi TI. Perusahaan dapat beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan bisnis maupun dinamika pasar tanpa harus melakukan pembaruan sistem secara besar-besaran. Selama ini, pembaruan sistem ERP sering kali identik dengan biaya tinggi dan waktu implementasi yang panjang, yang bisa menghambat inovasi. Dengan pendekatan baru ini, hambatan tersebut dapat diminimalisir secara drastis.

Mengakhiri Era ERP Konvensional yang Mahal

Implementasi AI dalam ERP juga sejalan dengan kebutuhan percepatan transformasi digital. Kemampuan mengotomatisasi berbagai proses bisnis yang sebelumnya dilakukan secara manual akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat pengambilan keputusan berbasis data. Hal ini sangat krusial bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dampak terhadap Tenaga Kerja dan Upskilling

Seth juga menyoroti dampak implementasi AI terhadap dunia ketenagakerjaan. Ia mengakui sebagian pekerjaan administratif akan semakin banyak diotomatisasi, namun di sisi lain teknologi AI juga akan menciptakan jenis pekerjaan baru yang membutuhkan kompetensi berbeda. Karena itu, ia menekankan pentingnya program upskilling dan reskilling agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat. “Transformasi teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga efisiensi yang dihasilkan AI tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Rimini Smart Path: Solusi Hemat Biaya

Sebagai bagian dari strategi untuk mendukung transisi ini, Rimini Street memperkenalkan Rimini Smart Path, sebuah metodologi yang diklaim mampu membantu perusahaan menghemat anggaran pemeliharaan perangkat lunak hingga 90 persen. Dana yang sebelumnya digunakan untuk pemeliharaan sistem ERP lama dapat dialihkan untuk investasi pada inovasi AI tanpa harus melakukan proyek migrasi ERP berskala besar yang membutuhkan biaya tinggi.

Saat ini Rimini Street melayani berbagai sektor industri, mulai dari keuangan, manufaktur, ritel hingga transportasi. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk mendukung organisasi di Indonesia mempercepat transformasi digital melalui solusi AI yang berfokus pada peningkatan nilai investasi teknologi informasi sekaligus menekan biaya operasional.

Kesimpulannya, kehadiran Agentic AI ERP menandai babak baru dalam sejarah sistem perusahaan. Dengan menggabungkan otonomi AI dan fleksibilitas arsitektur modern, teknologi ini menawarkan jalan yang lebih efisien dan hemat biaya bagi perusahaan untuk bertransformasi. Bagi para pemimpin bisnis, memahami dan mengadopsi teknologi ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan dan berkembang di era digital.