
Hesti.id – 17 Juli 2026 | Survei Ungkap 57 Orang Indonesia Simpan Dokumen Pribadi di Ponsel mengungkap bahwa mayoritas pengguna di negara ini menaruh data sensitif pada ponsel pintar mereka, menandai pergeseran signifikan dalam cara mengakses dan menyimpan informasi pribadi.
Data visual menjadi jenis file paling banyak disimpan, dengan 65% responden menyimpan foto dan video pribadi. Selain itu, hampir setengah (47%) menyimpan email pekerjaan dan 31% kalender kerja di perangkat mereka. Peningkatan penyimpanan data keuangan dan kredensial menunjukkan ponsel kini berperan sebagai pusat produktivitas dan keuangan.
Pakar keamanan siber Kaspersky, Anton Kivva, menekankan bahwa pertanyaan utama bukan lagi apa yang disimpan, melainkan bagaimana melindunginya. Ia menyoroti perlunya perlindungan berlapis, termasuk layanan pelacakan lokasi, pencadangan otomatis, dan penguncian instan.
Kehilangan atau peretasan ponsel dapat mengakibatkan kebocoran data pribadi, finansial, dan profesional. Kaspersky menyarankan tiga langkah keamanan: jangan menyimpan semua data hanya di ponsel, aktifkan perlindungan terhadap ancaman digital, dan siapkan rencana cadangan (Plan B). Praktik ini dapat mengurangi risiko kehilangan data penting.
Dengan ponsel yang berfungsi sebagai asisten digital lengkap, pengguna diharapkan meningkatkan kesadaran akan keamanan siber seluler. Mengadopsi langkah-langkah proaktif dapat menjaga integritas data pribadi yang kini tersimpan di saku.