Hesti.id – 09 Juli 2026 | Dalam dunia teknologi yang terus berkembang, TM Roh AI Masa Depan Harus Memahami Pengguna Bukan Lebih Pintar menjadi salah satu pernyataan penting dari TM Roh, President dan Acting Head Device eXperience (DX) Samsung Electronics. Ia menegaskan bahwa kompetisi dalam dunia kecerdasan buatan (AI) saat ini bukan hanya tentang menciptakan teknologi yang lebih pintar, tetapi lebih kepada bagaimana AI dapat memahami kebutuhan dan konteks pengguna.
TM Roh menyampaikan bahwa sejarah menunjukkan inovasi yang terbesar sering kali bukan lahir dari kompleksitas teknologi, melainkan dari kemampuan teknologi tersebut untuk berintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, listrik menjadi revolusioner ketika dapat diakses di setiap rumah, dan smartphone berkembang pesat berkat ekosistem aplikasinya.
Dalam pandangannya, AI kini memasuki era baru yang disebut agentic AI. Konsep ini menjelaskan tentang AI yang dapat melakukan tindakan atas nama pengguna sambil tetap memberikan kendali penuh kepada manusia. Namun, sebelum AI bisa membantu mengambil keputusan yang lebih kompleks, ia harus terlebih dahulu memahami siapa penggunanya.
Baca juga:
Smartphone, menurut TM Roh, adalah perangkat yang paling dekat dengan kehidupan pengguna dan menjadi pusat pengalaman AI yang lebih personal. Namun, pemahaman AI tidak hanya bergantung pada smartphone. Berbagai perangkat Galaxy lainnya, seperti tablet, Galaxy Watch, dan TV pintar, juga berkontribusi dalam menciptakan konteks yang lebih lengkap mengenai aktivitas pengguna. Dengan memanfaatkan informasi dari perangkat-perangkat ini, AI dapat memberikan bantuan yang lebih relevan dan tepat waktu.
Contohnya, data dari smartwatch yang merekam kualitas tidur dapat dimanfaatkan oleh AI untuk menyusun jadwal aktivitas yang lebih optimal keesokan harinya. TM Roh menekankan bahwa pengalaman AI yang terbaik adalah yang bekerja secara diam-diam di latar belakang, tanpa mengganggu aktivitas penggunanya. Oleh karena itu, Samsung telah membangun ekosistem Galaxy yang terintegrasi, di mana seluruh perangkat dapat saling berbagi konteks dan berfungsi sebagai satu kesatuan.
Samsung juga percaya bahwa masa depan AI tidak bisa dibangun sendirian. Melalui platform SmartThings, perusahaan ini menciptakan pengalaman terbuka yang memungkinkan perangkat, layanan, serta mitra untuk terhubung dalam satu ekosistem. Pendekatan ini diyakini dapat mempercepat inovasi dan menghadirkan pengalaman AI yang lebih luas bagi pengguna.
Keamanan data pengguna menjadi fondasi yang sangat penting dalam pengembangan AI yang personal. Samsung memastikan bahwa data pengguna dilindungi, bahkan ketika AI beroperasi lintas perangkat Galaxy. Dengan menggunakan Samsung Knox, perusahaan ini berkomitmen untuk menjaga privasi pengguna, termasuk dengan menyimpan data sensitif di perangkat, sehingga pengguna tetap memiliki kontrol penuh atas informasi pribadi mereka.
TM Roh juga mengungkapkan bahwa perkembangan AI mempengaruhi desain perangkat keras. Semakin kompleks tugas yang dapat dilakukan AI, semakin dibutuhkan perangkat yang mendukung produktivitas pengguna. Ini adalah alasan mengapa Samsung terus mengembangkan smartphone foldable yang lebih tipis, ringan, dan kuat, serta menawarkan layar yang lebih luas untuk berbagai aktivitas berbasis AI.
Sektor kesehatan juga akan mendapatkan manfaat besar dari AI. Melalui perangkat wearable seperti Galaxy Watch, AI dapat memantau berbagai indikator kesehatan pengguna, mulai dari pola tidur hingga proses pemulihan tubuh, membantu mereka menjalani gaya hidup yang lebih sehat.
Seluruh visi dan inovasi ini akan diperlihatkan lebih lanjut dalam acara Galaxy Unpacked yang akan diselenggarakan pada 22 Juli di London. Di acara tersebut, Samsung akan memperkenalkan pengalaman AI terbaru yang lebih personal dan alami, serta didukung oleh ekosistem terbuka yang memungkinkan inovasi dari berbagai mitra.
TM Roh menekankan bahwa pertanyaan terbesar di era AI bukan lagi siapa yang memiliki kecerdasan buatan paling pintar, melainkan siapa yang paling memahami pengguna. Dengan demikian, masa depan AI akan ditentukan oleh kemampuan untuk menghadirkan pengalaman yang aman, personal, dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.











