Hesti.id – 08 Juli 2026 | AMD baru saja memperkenalkan inovasi terbarunya, AMD Ryzen AI Halo Workstation Mini untuk Developer, sebuah perangkat workstation berbentuk Mini PC yang dirancang khusus untuk para pengembang, kreator, dan inovator di bidang kecerdasan buatan (AI). Dengan performa tinggi, perangkat ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan dan mengembangkan model AI secara lokal, tanpa perlu bergantung pada biaya atau batasan yang sering kali muncul dari penggunaan komputasi cloud.
Perangkat ini dilengkapi dengan prosesor Ryzen AI Max+ 395, yang merupakan model kelas atas dengan 16 core CPU berarsitektur Zen 5. Selain itu, ia juga memiliki integrated GPU (iGPU) Radeon 8060S yang terdiri dari 40 Compute Unit (RDNA 3.5) dan NPU XDNA 2, yang secara keseluruhan mampu memproses beban kerja AI hingga 50 TOPS. Ketika CPU dan iGPU berfungsi secara bersamaan, total daya komputasi yang dapat dicapai mencapai 126 TOPS.
Untuk mendukung performa tersebut, AMD Ryzen AI Halo Workstation Mini untuk Developer ini juga dilengkapi dengan unified memory LPDDR5x berkapasitas 128 GB dan bandwidth 256 GB/s. Fitur AMD Variable Graphics Memory memungkinkan pengguna untuk mengalokasikan hingga 96 GB dari memori tersebut sebagai VRAM untuk iGPU. Dengan kapasitas VRAM yang besar, pengembang dapat menjalankan model bahasa besar seperti GPT-OSS-120b dan memproses tugas grafis berat tanpa kendala.
Baca juga:
Desain perangkat ini juga sangat menarik, dengan dimensi kompak hanya 150 x 150 x 45,4 mm dan berat kurang dari 1,2 kilogram. Sasisnya berwarna dark cobalt dengan finishing pearlescent dan dilengkapi oleh cincin indikator LED yang menunjukkan status perangkat. Ini membuatnya tidak hanya fungsional tetapi juga estetis.
Konektivitas pada AMD Ryzen AI Halo Workstation Mini untuk Developer juga sangat lengkap. Di bagian belakang, terdapat port Ethernet RJ-45 berkecepatan 10Gbps, tiga port USB-C (dua di antaranya mendukung USB4), satu port USB-C khusus untuk suplai daya, serta HDMI 2.1b. Selain itu, perangkat ini sudah mendukung konektivitas nirkabel terbaru, yaitu Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4.
Keunggulan lainnya dari workstation ini adalah dukungan untuk sistem operasi ganda, yaitu Windows 11 dan Linux. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih bagi para pengembang yang mungkin lebih terbiasa dengan salah satu dari dua sistem operasi tersebut. AMD juga menyertakan software bernama Lemonade, yang berfungsi sebagai sandbox AI lokal dengan antarmuka sederhana, sehingga memungkinkan pengguna pemula untuk berinteraksi dengan model AI dengan mudah.
Meskipun memiliki performa tinggi, AMD Ryzen AI Halo Workstation Mini untuk Developer tidak mengorbankan efisiensi daya. Dengan arsitektur 4nm, perangkat ini memiliki TDP yang fleksibel, yang biasanya diatur pada rentang 55 Watt hingga 120 Watt. Dalam praktiknya, workstation ini dapat beroperasi pada performa maksimal hanya dengan daya dari kabel USB-C berdaya 120W-140W, dan tetap dingin berkat solusi pendingin vapor-chamber yang canggih.
Perangkat ini dibanderol dengan harga $3.999 USD atau sekitar Rp72 juta, ditujukan untuk developer profesional yang membutuhkan komputasi AI lokal berperforma tinggi. Dengan berbagai spesifikasi yang ditawarkan, AMD Ryzen AI Halo Workstation Mini untuk Developer dapat menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin mengurangi ketergantungan pada cloud computing.
Secara keseluruhan, AMD Ryzen AI Halo adalah langkah signifikan bagi AMD untuk memasuki era baru komputasi lokal, memberikan solusi yang efisien dan kuat bagi para pengembang AI. Bagi mereka yang berkecimpung di dunia pengembangan kecerdasan buatan, perangkat ini bisa menjadi investasi berharga yang mengurangi biaya bulanan cloud computing.











