Hesti.id – 06 Juli 2026 | PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berkomitmen untuk dukung pasokan energi nasional PELNI angkut lebih 335 ribu ton batubara pada semester I 2026. Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, perusahaan yang merupakan Badan Usaha Milik Negara ini berhasil mengangkut sebanyak 335.415 metrik ton (MT) batubara ke berbagai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, dan Papua selama periode Januari hingga Juni 2026.
Pengangkutan batubara ini menjadi salah satu layanan utama dalam bisnis angkutan barang komersial PELNI. Keandalan distribusi tepat waktu sangat penting untuk menjaga kelangsungan operasional pembangkit listrik, sehingga pasokan listrik untuk masyarakat dan sektor industri tetap terjamin. Menurut Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya, penguatan layanan logistik maritim ini merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan untuk mendukung distribusi berbagai komoditas strategis di tanah air.
Budi menjelaskan, “Selain melayani transportasi penumpang, PELNI terus mengembangkan layanan logistik sebagai salah satu pilar bisnis perusahaan. Melalui usaha barang komersial, kami berkomitmen menghadirkan distribusi logistik yang aman, tepat waktu, dan andal untuk mendukung kebutuhan sektor strategis, termasuk pasokan energi bagi pembangkit listrik.”
Baca juga:
Sepanjang semester pertama 2026, PELNI berhasil mempertahankan keandalan layanan dengan tingkat ketepatan waktu pengiriman yang tinggi, berlandaskan pada budaya keselamatan dan zero accident dalam setiap aktivitas operasional. Kinerja ini berkontribusi pada pertumbuhan volume pengangkutan batubara yang melonjak hingga 505,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan yang semakin besar dari pengguna jasa terhadap layanan logistik maritim PELNI. Menurut Budi, pertumbuhan volume pengangkutan batubara ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan logistik. Ke depannya, PELNI bertekad untuk memperkuat kapabilitas operasional dan menjaga keandalan layanan, serta memperluas kontribusi dalam mendukung distribusi berbagai komoditas strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional.
Dengan penguatan layanan barang komersial, PELNI optimis dapat terus berkontribusi dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional, mendukung ketahanan energi, dan memperkuat peran transportasi laut sebagai tulang punggung distribusi logistik di Indonesia.











