2 Juli 2026

Keluarga Keisya Levronka Gugat Untar, Adik Jatuh dari Lantai 6

Penulis

Firdausyah Eblis Kaisar

Keluarga Keisya Levronka Gugat Untar, Adik Jatuh dari Lantai 6
Keluarga Keisya Levronka Gugat Untar, Adik Jatuh dari Lantai 6

Hesti.id – 02 Juli 2026 | Adik jatuh dari lantai 6 Untar, Keisya Levronka berhenti kerja demi dampingi, belum dapat keadilan [titlebase]. Kisah tragis ini bermula pada Maret 2024 ketika Lexi Valleno Havlenda, adik dari penyanyi Keisya Levronka, mengalami kecelakaan serius saat mengikuti latihan wall climbing di Universitas Tarumanagara (Untar). Insiden ini mengakibatkan Lexi mengalami cedera berat, termasuk tulang ekor remuk, trauma pada ginjal, dan masalah serius pada saraf yang mempengaruhi fungsi kakinya.

Saat ini, Lexi masih berjuang untuk pulih dari cedera yang dideritanya. Dalam sebuah wawancara, Lexi mengungkapkan bahwa ia masih merasa kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama berhubungan dengan refleks tubuh yang terganggu. “Saya masih perlu dukungan karena banyak aktivitas yang masih terganggu,” ungkapnya.

Keisya Levronka, yang selama ini mendampingi adiknya, bahkan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya demi memberikan perhatian penuh kepada Lexi. Keputusan ini diambil karena Keisya merasa bahwa adiknya membutuhkan dukungan emosional dan fisik yang maksimal dalam masa pemulihan ini.

Namun, perjuangan keluarga Keisya Levronka tidak berhenti di situ. Mereka telah menggugat Universitas Tarumanagara sebesar Rp 1 miliar sebagai bentuk tuntutan atas insiden yang menimpa Lexi. Gugatan ini diajukan setelah upaya mediasi antara pihak keluarga dan kampus tidak membuahkan hasil. Pihak kampus menyatakan bahwa mereka telah berusaha untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan menawarkan beberapa bantuan, seperti dana untuk pengobatan dan beasiswa, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Kepala Humas Untar, Rorlen, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat Lexi mengikuti latihan tanpa izin resmi dari pihak kampus, dan kegiatan tersebut berlangsung di luar prosedur operasional resmi yang seharusnya diikuti. “Kegiatan itu dilaksanakan pada hari libur nasional meskipun telah dilarang oleh pihak keamanan kampus. Karena itu, tidak ada penyiagaan tim medis yang seharusnya ada pada setiap kegiatan resmi,” tambahnya.

Pihak kampus saat ini menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di pengadilan dan akan mengikuti seluruh tahapan persidangan. Sementara itu, sidang perdana kasus ini telah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, meskipun pihak kampus tidak hadir dalam persidangan tersebut.

Keisya dan keluarganya berharap agar kasus ini segera menemukan titik terang, dan Lexi mendapatkan keadilan yang layak. Mereka merasa bahwa insiden yang dialami Lexi bukan hanya sekadar kecelakaan, tetapi juga menunjukkan kurangnya perhatian terhadap keselamatan mahasiswa saat beraktivitas di kampus.

Dengan situasi yang semakin menegangkan ini, keluarga Keisya Levronka berkomitmen untuk terus berjuang demi keadilan bagi Lexi. Mereka berharap, melalui proses hukum ini, kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan dan keselamatan mahasiswa menjadi prioritas utama di lingkungan kampus.

Related Post

Tinggalkan komentar