Rabu, 15 Jul 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Firdausyah Eblis Kaisar pada Teknologi
15 Jul 2026 00:01 - 3 menit reading

Wamen Nezar Dorong Pemanfaatan SIDEKA-NG untuk Satu Data

Hesti.id – 15 Juli 2026 | Wamen Nezar Dorong Pemanfaatan SIDEKA-NG untuk Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia menjadi sorotan utama di ruang rapat Baleg DPR RI pada Kamis (09/07/2026). Dengan menekankan pentingnya data desa sebagai fondasi nasional, Wamen Nezar Patria mengajak semua pihak untuk mengadopsi platform digital yang sederhana namun terstandar.

Rancangan Undang‑Undang (RUU) Satu Data Indonesia menempatkan kualitas data di tingkat desa dan kelurahan sebagai kunci sukses. Tanpa data yang akurat, sistem nasional tidak dapat berfungsi secara optimal. Oleh karena itu, Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa penguatan data desa harus melalui teknologi yang aman dan mudah, tanpa menambah beban administratif.

Selama rapat, Wamen Nezar menegaskan bahwa integrasi teknis antara platform desa, wali data daerah, kementerian, lembaga, dan ekosistem Satu Data Indonesia tidak boleh menjadi beban bagi pemerintah desa. Semua proses pertukaran data difasilitasi melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) dan standar interoperabilitas nasional, menjamin keamanan, pencatatan, dan auditabilitas.

Gambaran perubahan ini menggeser pendekatan dari aplikasi sektoral terpisah ke aplikasi pemerintah digital yang lebih terstandar, interoperable, dan berbagi pakai. Aplikasi tidak lagi dirancang hanya untuk satu instansi, melainkan siap terhubung ke sistem lain dalam ekosistem pemerintah.

Dalam konteks itu, Wamen Nezar Dorong Pemanfaatan SIDEKA‑NG untuk Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia muncul sebagai solusi utama. SIDEKA‑NG, Sistem Informasi Desa dan Kawasan New Generation, dirancang sebagai kanal digital desa yang terintegrasi dengan sistem pemerintah tanpa menambah beban teknis.

Platform ini memungkinkan pemerintah desa:

  • Mengelola data secara terpadu dan akurat.
  • Menawarkan layanan publik yang mudah diakses oleh warga.
  • Memastikan transparansi data agregat bagi semua stakeholder.
  • Beroperasi dengan satu antarmuka yang user‑friendly.

Dengan mengadopsi SIDEKA‑NG, desa dapat memanfaatkan kanal digital yang tertib dan tidak tergantung pada banyak aplikasi sektoral. Wamen Nezar menekankan bahwa ini akan memperkuat tata kelola data desa sekaligus memudahkan integrasi lintas instansi di latar belakang.

Berikut tabel ringkas manfaat SIDEKA‑NG bagi pemerintah desa:

ManfaatDeskripsi
Integrasi DataTerhubung dengan sistem pusat melalui SPLP.
KeamananStandar enkripsi dan audit trail.
Pengurangan BebanOperasional melalui satu platform.
TransparansiData publik dapat diakses publik.

Komdigi juga menegaskan bahwa RUU Satu Data Indonesia harus mencakup pembagian peran yang jelas antar kementerian dan lembaga. Dengan demikian, seluruh sistem digital pemerintah dapat beroperasi secara terpadu, akuntabel, dan aman, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wamen Nezar menutup pernyataannya dengan harapan bahwa RUU Satu Data Indonesia menjadi landasan penguatan tata kelola data nasional. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan data desa menjadi lebih akurat, terstandar, dan dapat diakses secara real‑time, memudahkan pembuatan kebijakan berbasis data di semua tingkatan pemerintahan.