Rabu, 15 Jul 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Aloisa Aloisa pada Teknologi
13 Jul 2026 06:32 - 3 menit reading

Nubia Siapkan Smartphone AI Agent Bisa Pesan Tiket hingga Bayar Otomatis Tanpa Sentuhan

Hesti.id – 13 Juli 2026 | Nubia Siapkan Smartphone AI Agent Bisa Pesan Tiket hingga Bayar Otomatis Tanpa Sentuhan, sebuah terobosan yang menandai masuknya era asisten digital yang bukan sekadar menjawab pertanyaan, melainkan dapat mengeksekusi seluruh proses transaksi secara mandiri. Pengumuman ini disampaikan oleh Ni Fei, Senior Vice President ZTE sekaligus President Mobile Devices Division, menjelang peluncuran resmi di World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 yang akan digelar di Shanghai pada 17-20 Juli.

Berbeda dengan smartphone AI generatif yang selama ini hanya mampu menghasilkan teks atau gambar, perangkat flagship terbaru Nubia akan menjadi smartphone AI Agent pertama di dunia yang mengintegrasikan kecerdasan buatan pada level sistem operasi. Artinya, AI tidak lagi menjadi fitur tambahan melainkan menjadi bagian inti dari OS, memungkinkan pemahaman instruksi bahasa alami dan eksekusi lintas aplikasi secara otomatis.

Keunggulan utama yang ditonjolkan adalah kemampuan AI Agent untuk menyelesaikan tugas kompleks tanpa intervensi pengguna. Contohnya, cukup mengucapkan “Carikan tiket pesawat termurah ke Beijing”, AI akan membuka aplikasi perjalanan, membandingkan harga, mengisi data penumpang, hingga menyelesaikan pembayaran – semua dalam satu alur yang terkoordinasi. Proses ini tidak memerlukan pengguna berpindah aplikasi atau menekan tombol satu per satu, menjadikan pengalaman benar-benar hands‑free.

Teknologi di balik kemampuan ini melibatkan dua inovasi utama: GUI Agent Architecture dan Large Language Model (LLM) on‑device. GUI Agent memungkinkan AI “melihat” tampilan layar layaknya manusia, sehingga dapat berinteraksi dengan elemen visual aplikasi tanpa mengandalkan API khusus. Sementara LLM on‑device memastikan sebagian besar komputasi dilakukan di dalam perangkat, mempercepat respons dan melindungi privasi data karena tidak perlu mengirimkan informasi sensitif ke server cloud.

Selain itu, Nubia menambahkan lapisan otomatisasi bernama CoClaw Intelligent Scheduling. Sistem ini berfungsi sebagai otak pengatur alur kerja lintas aplikasi, mengkoordinasikan berbagai layanan sehingga satu perintah dapat memicu rangkaian aksi di beberapa aplikasi sekaligus. Jika berhasil, teknologi ini berpotensi menjadi standar baru bagi smartphone flagship dalam beberapa tahun ke depan.

Spekulasi industri menunjukkan bahwa perangkat ini kemungkinan besar merupakan versi komersial dari Nubia Doubao generasi kedua, hasil kolaborasi dengan ByteDance, perusahaan induk TikTok. Sebelumnya, Nubia pernah meluncurkan prototipe M153 sebagai demonstrasi AI Agent, yang terbukti laris manis dengan 30.000 unit terjual dalam satu hari pertama. Kesuksesan tersebut menegaskan minat pasar yang tinggi terhadap konsep smartphone dengan AI yang dapat beraksi secara mandiri.

Peluncuran resmi di WAIC 2026 diprediksi menjadi momen penting tidak hanya bagi Nubia, tetapi juga bagi seluruh ekosistem mobile AI. Dengan menampilkan Smartphone AI Agent yang dapat memesan tiket dan membayar otomatis tanpa sentuhan, Nubia menantang kompetitor untuk melangkah lebih jauh dari sekadar fitur generatif. Jika teknologi ini terbukti stabil, tidak menutup kemungkinan AI Agent akan menjadi fitur standar pada semua smartphone kelas atas.

Berbagai analis teknologi menilai bahwa integrasi AI pada level sistem operasi membuka peluang baru bagi inovasi layanan, seperti otomatisasi tugas kantor, manajemen keuangan pribadi, bahkan pengaturan rumah pintar. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait keamanan transaksi otomatis, akurasi pemahaman bahasa alami, dan interoperabilitas dengan aplikasi pihak ketiga yang beragam.

Untuk memastikan keandalan, Nubia mengklaim telah melakukan uji coba ekstensif dengan skenario real‑world, termasuk pemesanan tiket, pembayaran tagihan, dan penjadwalan pertemuan. Hasil uji menunjukkan tingkat keberhasilan di atas 95 persen, meski masih ada ruang perbaikan pada konteks bahasa regional dan penanganan error yang kompleks.

Kesimpulannya, Nubia Siapkan Smartphone AI Agent Bisa Pesan Tiket hingga Bayar Otomatis Tanpa Sentuhan bukan sekadar inovasi gadget, melainkan langkah strategis dalam evolusi interaksi manusia‑mesin. Dengan menggabungkan GUI Agent, LLM on‑device, dan CoClaw Scheduling, perangkat ini menawarkan pengalaman yang lebih intuitif, cepat, dan aman. Jika berhasil di pasar, teknologi ini dapat mengubah paradigma penggunaan smartphone, menjadikannya asisten pribadi yang benar‑benar dapat diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan harian secara otomatis.