
Hesti.id – 26 Juni 2026 | Di era digital saat ini, maraknya phishing dan penipuan menjadi tantangan serius bagi keamanan informasi dan audit sistem informasi. Berbagai teknik penipuan yang semakin canggih telah meresahkan banyak pengguna internet. Salah satu modus yang umum adalah pengiriman file berlabel “Bukti Transfer” melalui aplikasi WhatsApp. Sekali ketuk, akun pengguna bisa langsung diambil alih, dan seketika seluruh kontak di dalam ponsel akan menerima pesan yang sama. Dalam waktu singkat, saldo rekening pun bisa terkuras tanpa jejak.
Data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan bahwa ribuan insiden siber terjadi setiap tahun di Indonesia, dengan phishing menduduki peringkat tertinggi. Penelitian oleh Hannousse dan Yahiouche yang dipublikasikan di jurnal Computers & Security menegaskan bahwa teknik-teknik ini terus berkembang dan mampu mengecoh bahkan mereka yang sudah melek teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa isu ini bukan hanya masalah individu, tetapi merupakan tantangan kolektif yang memerlukan perhatian dari semua pihak.
Modus Operandi Penipuan Digital
Berikut adalah beberapa modus penipuan yang marak terjadi:
Pentingnya Audit Sistem Informasi
Dalam konteks audit sistem informasi, penting untuk mempertanyakan mengapa platform dan sistem yang ada masih membiarkan celah yang dapat dimanfaatkan oleh penipu. Konsep tata kelola teknologi informasi mencakup pengelolaan dan pengawasan yang efektif terhadap sistem. Ketika pengelolaan ini lemah, celah keamanan tetap ada. Hal ini mencakup:
Platform yang tidak memiliki sistem pendeteksi file berbahaya dan lambat dalam menangani laporan penipuan menunjukkan kegagalan dalam tanggung jawab mereka kepada pengguna.
Langkah-langkah yang Dapat Diambil
Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diambil untuk melindungi diri dari penipuan:
Maraknya phishing dan penipuan di era digital menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Keamanan digital yang baik memerlukan kerjasama antara pengguna, platform, dan regulator. Tanpa langkah nyata dari semua pihak, risiko penipuan digital akan terus mengintai kita. Dengan mengenali modus operandi dan meningkatkan kewaspadaan, kita bisa mengurangi kemungkinan menjadi korban berikutnya.