
Hesti.id – 15 Juli 2026 | CEO FLOQ Bitcoin Naik 6 Tapi Pasar Kripto Masih Belum Keluar dari Zona Waspada menandai pergeseran sentimen di pasar digital pada awal Juli 2026. Meski harga Bitcoin melonjak, para analis tetap memperingatkan tentang ketidakpastian yang melingkupi industri kripto.
Sejak awal bulan, Bitcoin sempat menembus level terendah di sekitar US$58.278 sebelum kembali meroket hingga US$64.034 dalam waktu kurang dari seminggu. Pergerakan ini dipicu oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari ekspektasi, menimbulkan harapan bahwa Federal Reserve mungkin mengurangi agresivitas suku bunga. Namun, potensi kenaikan suku bunga masih terbuka, sehingga pasar tetap berada dalam fase “wait and see”.
CEO FLOQ Bitcoin Naik 6 Tapi Pasar Kripto Masih Belum Keluar dari Zona Waspada menekankan bahwa kenaikan ini tidak menandakan pemulihan menyeluruh. Menurut Yudhono Rawis, faktor makroekonomi dan geopolitik masih menjadi penggerak utama volatilitas, bukan hanya fundamental industri kripto itu sendiri.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu pergeseran investor ke aset aman, memaksa Bitcoin dan altcoin lainnya menurunkan nilai. Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik tersebut juga menambah tekanan inflasi global, yang dapat menghalangi Federal Reserve melonggarkan kebijakan moneter. Akibatnya, pasar kripto tetap berada di zona risiko tinggi.
Altcoin mengalami koreksi lebih dalam dibandingkan Bitcoin. Solana, JUP, ETHFI, dan PUMP mencatat penurunan signifikan seiring aksi jual investor. FLOQ menjelaskan pola ini sebagai reaksi umum pasar ketika terjadi risk‑off, di mana eksposur pada aset berisiko tinggi dikurangi. Investor seringkali memilih mengurangi posisi pada token dengan kapitalisasi kecil selama periode ketidakpastian.
Di balik volatilitas, ada sinyal positif. ETF Bitcoin di AS mulai mencatat inflow setelah outflow besar di Juni. Data on‑chain menunjukkan peningkatan akumulasi Bitcoin di sekitar US$59.000, menandakan minat jangka panjang mulai kembali. Namun, Yudhono menekankan bahwa sinyal ini memerlukan konfirmasi lebih kuat sebelum dianggap sebagai awal siklus bullish baru.
Regulasi tetap menjadi faktor penting. Pembahasan CLARITY Act masih tertunda, sehingga belum memberikan katalis positif bagi pasar. Kepastian regulasi di AS dianggap krusial untuk meningkatkan kepercayaan institusi dan memperkuat ekosistem kripto. FLOQ menegaskan bahwa kepastian hukum akan mendorong pertumbuhan investasi institusional.
Untuk mengatasi ketidakpastian, FLOQ mengingatkan investor untuk disiplin dalam manajemen risiko. Volatilitas merupakan ciri khas pasar kripto, sehingga strategi konsisten dan disiplin lebih penting daripada mengejar setiap kenaikan harga. Pendekatan dollar cost averaging (DCA) tetap relevan bagi investor jangka panjang asalkan dikelola dengan baik.
Ke depan, pasar akan dipengaruhi oleh beberapa agenda penting: data inflasi AS, konflik geopolitik di Timur Tengah, pembahasan regulasi aset digital di AS, dan keputusan FOMC akhir Juli. Seiring dengan itu, investor harus terus memantau faktor makroekonomi dan geopolitik yang dapat memengaruhi sentimen risiko di pasar global.
FLOQ, platform perdagangan aset kripto yang berizin OJK, berkomitmen menyediakan pengalaman investasi yang aman, mudah, dan transparan bagi masyarakat Indonesia. Meskipun pasar masih berada di zona waspada, peluang tetap ada bagi mereka yang mampu mengelola risiko dengan bijaksana.