Hesti.id sebagai media siber berkomitmen untuk menjalankan kegiatan jurnalistik secara profesional, independen, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik. Dalam menjalankan aktivitas jurnalistik, Hesti.id mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta Pedoman Pemberitaan Media Siber yang berlaku di Indonesia.
Pedoman ini menjadi acuan bagi redaksi, kontributor, dan pengguna dalam berinteraksi dengan seluruh konten yang dipublikasikan melalui platform Hesti.id.
1. Ruang Lingkup
Pedoman ini berlaku untuk seluruh konten yang dipublikasikan melalui website Hesti.id, termasuk namun tidak terbatas pada:
- Berita dan laporan jurnalistik.
- Artikel informatif dan edukatif.
- Opini dan kolom.
- Wawancara.
- Foto, video, infografis, dan multimedia lainnya.
- Konten yang berasal dari pembaca atau kontributor.
- Komentar pengguna pada platform yang disediakan.
2. Verifikasi dan Akurasi Informasi
Hesti.id mengutamakan prinsip verifikasi dalam setiap proses pemberitaan. Sebelum dipublikasikan, informasi akan diupayakan untuk diperiksa kebenaran, relevansi, dan kredibilitas sumbernya.
Apabila suatu informasi memerlukan konfirmasi dari pihak tertentu, redaksi akan berupaya melakukan verifikasi sesuai standar jurnalistik yang berlaku.
Dalam kondisi tertentu yang berkaitan dengan kepentingan publik dan membutuhkan penyampaian informasi secara cepat, berita dapat dipublikasikan terlebih dahulu dengan tetap mencantumkan bahwa informasi tersebut masih memerlukan pembaruan atau pengembangan lebih lanjut.
3. Koreksi, Ralat, dan Pembaruan Berita
Hesti.id menyadari bahwa kesalahan informasi dapat terjadi meskipun telah dilakukan proses editorial yang cermat.
Apabila ditemukan kesalahan data, fakta, penulisan, atau informasi lainnya, redaksi berhak dan berkewajiban untuk:
- Melakukan koreksi atau ralat.
- Memperbarui isi artikel.
- Menambahkan klarifikasi apabila diperlukan.
- Mencantumkan keterangan perubahan yang dianggap penting bagi pembaca.
4. Hak Jawab
Setiap individu, kelompok, organisasi, perusahaan, maupun institusi yang merasa dirugikan oleh pemberitaan di Hesti.id berhak mengajukan Hak Jawab.
Permintaan Hak Jawab harus disampaikan secara tertulis dengan menyertakan:
- Identitas pemohon.
- Artikel yang dipermasalahkan.
- Bagian yang dianggap tidak tepat.
- Penjelasan atau tanggapan yang ingin disampaikan.
- Dokumen pendukung apabila tersedia.
Redaksi akan meninjau setiap permohonan secara objektif dan dapat mempublikasikan Hak Jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
5. Hak Koreksi
Setiap pihak berhak mengajukan koreksi terhadap informasi yang dianggap tidak akurat atau kurang tepat.
Permintaan koreksi akan dievaluasi berdasarkan bukti dan data yang relevan. Apabila terbukti terdapat kekeliruan, redaksi akan melakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
6. Konten Buatan Pengguna (User Generated Content)
Hesti.id dapat menyediakan ruang bagi pengguna untuk memberikan komentar, tanggapan, opini, atau bentuk kontribusi lainnya.
Pengguna bertanggung jawab sepenuhnya atas konten yang mereka kirimkan atau publikasikan.
Hesti.id berhak menghapus, menyunting, atau menolak konten yang mengandung:
- Fitnah atau pencemaran nama baik.
- Ujaran kebencian.
- Provokasi yang berpotensi menimbulkan konflik.
- Konten pornografi atau asusila.
- Spam dan promosi yang tidak relevan.
- Pelanggaran hak cipta.
- Informasi yang bertentangan dengan hukum.
7. Sumber Anonim
Dalam kondisi tertentu, Hesti.id dapat menggunakan sumber anonim apabila informasi yang diberikan memiliki nilai berita yang tinggi dan terdapat alasan kuat untuk melindungi identitas narasumber.
Keputusan penggunaan sumber anonim dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan publik, keamanan narasumber, serta prinsip kehati-hatian jurnalistik.
8. Konten Opini dan Analisis
Artikel opini, kolom, atau analisis yang dipublikasikan di Hesti.id merupakan pandangan penulis masing-masing dan tidak selalu mencerminkan sikap resmi redaksi.
Redaksi berhak melakukan penyuntingan terhadap aspek bahasa, format, dan kepatuhan terhadap kebijakan editorial tanpa mengubah substansi utama tulisan.
9. Larangan Publikasi Konten Tertentu
Hesti.id tidak akan secara sengaja mempublikasikan konten yang:
- Melanggar hukum yang berlaku.
- Mendorong tindakan kriminal.
- Menyebarkan kebencian berdasarkan suku, agama, ras, atau golongan.
- Mengandung informasi palsu atau menyesatkan.
- Melanggar privasi seseorang tanpa dasar kepentingan publik yang jelas.
- Mengandung unsur diskriminasi dan kekerasan yang tidak relevan dengan kepentingan pemberitaan.
10. Penggunaan Foto, Video, dan Materi Visual
Hesti.id berupaya menggunakan foto, video, ilustrasi, dan materi visual lainnya secara sah dengan memperhatikan hak cipta, izin penggunaan, dan etika jurnalistik.
Apabila terdapat pihak yang merasa hak kekayaan intelektualnya dilanggar, silakan menghubungi redaksi untuk dilakukan peninjauan lebih lanjut.
11. Independensi Redaksi
Hesti.id menjaga independensi dalam proses peliputan, penyusunan, dan publikasi berita.
Kepentingan bisnis, sponsor, pengiklan, maupun pihak lain tidak boleh memengaruhi integritas dan objektivitas pemberitaan redaksional.
12. Konten Iklan dan Advertorial
Konten yang bersifat promosi, sponsor, advertorial, atau kerja sama komersial akan diupayakan untuk dibedakan dari konten redaksional agar pembaca dapat mengenali sifat konten tersebut dengan jelas.
13. Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa
Setiap pihak yang memiliki keberatan terhadap konten yang dipublikasikan Hesti.id dapat menyampaikan pengaduan kepada redaksi melalui kontak resmi yang tersedia.
Redaksi akan meninjau setiap laporan secara profesional dan mengutamakan penyelesaian melalui mekanisme koreksi, klarifikasi, atau hak jawab sesuai prinsip jurnalistik yang berlaku.
14. Kontak Redaksi
Untuk pengajuan Hak Jawab, Hak Koreksi, pengaduan, maupun pertanyaan terkait Pedoman Media Siber ini, silakan menghubungi:
Hesti.id
Email: redaksi@hesti.id
Website: https://hesti.id
Pedoman Media Siber ini menjadi bagian dari komitmen Hesti.id dalam menghadirkan informasi yang kredibel, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.