Hesti.id – 22 Juli 2026 | Kabar mengejutkan datang dari lini flagship Xiaomi mendatang. Ponsel kelas atas Xiaomi 18 Ultra dilaporkan tidak akan diluncurkan, sebuah langkah yang memicu spekulasi besar mengenai arah strategi produk premium perusahaan asal Tiongkok tersebut.
Pembocor teknologi ternama, Kartikey Singh, memberikan sinyal kuat terkait pembatalan ini. Melalui unggahannya di platform X, ia menyatakan keyakinan hingga 99 persen bahwa varian Ultra akan absen dari generasi Xiaomi 18. Jika laporan ini benar, Xiaomi akan melewatkan kesempatan untuk mengirimkan penantang langsung bagi Samsung Galaxy S27 Ultra yang dijadwalkan hadir pada awal 2027.
Alasan di Balik Pembatalan Xiaomi 18 Ultra
Keputusan untuk meniadakan model Ultra bukanlah tanpa alasan. Setidaknya ada empat faktor krusial yang mendasari pergeseran strategi ini, mulai dari masalah ekonomi hingga fokus pengembangan teknologi.
- Lonjakan Biaya Komponen Memori: Industri semikonduktor tengah menghadapi tekanan hebat. Harga chip DRAM melonjak lebih dari 50 persen, sementara memori flash NAND mengalami kenaikan harga di atas 90 persen secara tahunan. Tingginya permintaan dari sektor pusat data AI membuat pasokan komponen untuk smartphone menjadi sangat ketat dan mahal.
- Kompleksitas Produksi Kamera: Xiaomi awalnya berencana menyematkan teknologi kamera yang sangat ambisius. Rencana penggunaan sensor telefoto LOFIC 200MP berukuran 1/1.28 inci serta lensa utama 1 inci beresolusi 200MP menuntut biaya produksi (Bill of Materials) yang sangat tinggi. Menggabungkan mekanisme zoom kontinu dengan sensor raksasa tersebut sangat rumit dan berisiko menggerus margin keuntungan.
- Fokus pada Integrasi AI: Alih-alih terus mengejar peningkatan hardware kamera yang bersifat inkremental, Xiaomi dikabarkan mengalihkan sumber daya R&D mereka ke arah kecerdasan buatan. Investasi besar kini difokuskan untuk mematangkan asisten digital Miclaw serta optimalisasi sistem operasi HyperOS.
- Penyatuan Lini Flagship: Xiaomi nampaknya ingin menyederhanakan jajaran produknya dengan memindahkan fitur-fitur terbaik ke model lain.
Xiaomi 18 Pro Max Sebagai Pengganti Varian Ultra
Meski tanpa model Ultra, Xiaomi tidak akan membiarkan celah di segmen premium kosong. Perusahaan berencana memposisikan Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max sebagai puncak dari jajaran flagship mereka saat peluncuran akhir tahun 2026 nanti.
Xiaomi 18 Pro Max akan mengemban tugas berat sebagai model non-lipat tertinggi. Ponsel ini diprediksi akan membawa spesifikasi yang sangat mendekati standar Ultra, termasuk penggunaan sensor LOFIC 3.0, sistem kamera ganda 200MP, serta dukungan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6. Dengan peningkatan spesifikasi ini, harga Xiaomi 18 Pro Max kemungkinan besar akan naik untuk mengisi rentang harga yang sebelumnya ditempati oleh Xiaomi 17 Ultra.
Andai Xiaomi 18 Ultra Tetap Diproduksi
Jika pengembangan perangkat ini tidak dihentikan, spesifikasi yang ditawarkan akan sangat luar biasa dan mampu mengguncang pasar smartphone kelas atas. Berikut adalah gambaran teknis yang sempat direncanakan oleh tim pengembang:
- Sistem Kamera Revolusioner: Menggunakan sensor utama 1 inci 200MP dan lensa periskop LOFIC 200MP yang mampu memberikan rentang dinamis sangat luas untuk detail bayangan dan cahaya yang sempurna. Selain itu, terdapat mekanisme zoom optik berkelanjutan yang sesungguhnya.
- Performa Hardware: Didorong oleh prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dengan arsitektur 2nm. Ada juga rumor mengenai chipset internal Xiaomi bernama Xring O3 yang memiliki kecepatan clock di atas 4GHz. Dukungan RAM LPDDR6 dan penyimpanan UFS 5.0 akan memastikan performa tanpa hambatan.
- Desain dan Layar: Panel LTPO OLED datar berukuran 6,9 inci dengan bezel tipis dan sudut membulat untuk kenyamanan genggaman. Terdapat pula layar belakang sekunder yang lebih besar untuk notifikasi dan pratinjau selfie.
- Daya Tahan Baterai: Teknologi sel silikon-karbon kepadatan tinggi memungkinkan kapasitas baterai mencapai 7.500 mAh hingga 8.000 mAh, lengkap dengan pengisian cepat HyperCharge 100W.
Langkah Xiaomi ini menunjukkan bahwa masa depan smartphone tidak lagi hanya tentang adu resolusi megapiksel, melainkan tentang bagaimana perangkat tersebut dapat berinteraksi secara cerdas melalui AI. Meski penggemar model Ultra mungkin merasa kecewa, pergeseran ke arah efisiensi biaya dan kecerdasan buatan bisa menjadi strategi jangka panjang yang lebih menguntungkan bagi perusahaan.