Sabtu, 18 Jul 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Igone Shayleigh Igone pada Teknologi
18 Jul 2026 02:30 - 3 menit reading

Air Bekas Cuci Kereta: LRT Jabodebek Terapkan Sistem Daur Ulang Inovatif

Hesti.id – 18 Juli 2026 | Air Bekas Mencuci Kereta Tidak Langsung Dibuang Begini Cara LRT Jabodebek Mengolahnya menjadi sorotan utama setelah operator mengungkapkan penerapan Automatic Train Wash Plant (ATWP) yang terintegrasi dengan Water Treatment Plant (WTP). Sistem ini memungkinkan air pencucian diproses kembali menjadi air bersih yang siap pakai, mengurangi limbah dan menurunkan konsumsi air secara signifikan.

Apa yang Terjadi? Air Bekas Mencuci Kereta Tidak Langsung Dibuang Begini Cara LRT Jabodebek Mengolahnya

Setiap rangkaian LRT Jabodebek melewati stasiun pencucian otomatis selama kurang lebih dua menit. Proses dimulai ketika sensor mendeteksi kereta bergerak dengan kecepatan di bawah lima kilometer per jam, lalu air, deterjen, dan sikat bekerja melalui tujuh tahapan pembersihan. Setelah selesai, air yang telah dipakai tidak langsung dialirkan ke selokan, melainkan masuk ke serangkaian unit pengolahan.

Fakta Penting

  • Waktu pencucian satu rangkaian kereta sekitar dua menit.
  • Air bekas melewati pemisahan lumpur dan oli di Ground Water Tank (GWT).
  • Sistem penyaringan menggunakan Membrane Bioreactor (MBR) untuk menghilangkan kontaminan mikro.
  • Air bersih yang dihasilkan disimpan di Recycle Water Tank dan dipakai kembali untuk siklus pencucian selanjutnya.
  • Air buangan yang dilepas ke lingkungan telah disesuaikan pH-nya sesuai regulasi.

Penjelasan Lengkap

ATWP LRT Jabodebek terdiri dari tiga komponen utama: penyemprotan air pra‑cuci, penyemprotan deterjen, dan penyikatan mekanik. Setelah tahap pembilasan, air mengalir ke Ground Water Tank, di mana partikel padat seperti lumpur dan oli dipisahkan secara gravitasi. Selanjutnya, air yang masih mengandung partikel halus masuk ke unit Membrane Bioreactor. MBR menggabungkan proses biologis dan filtrasi membran, sehingga menghasilkan air dengan kualitas hampir setara air demineralisasi.

Air yang telah melewati MBR disalurkan ke Recycle Water Tank. Di sini, air disimpan dalam volume yang cukup untuk melayani beberapa siklus pencucian berikutnya, mengurangi kebutuhan air baku hingga lebih dari 60 persen. Untuk memastikan tidak ada dampak negatif pada lingkungan, air yang tidak dapat diproses ulang melewati tahap penyesuaian pH sebelum dibuang ke sistem drainase kota.

Manajer Hubungan Masyarakat LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menegaskan bahwa kebersihan kereta merupakan bagian integral dari kualitas layanan publik. Ia menambahkan bahwa upaya daur ulang air tidak hanya menurunkan biaya operasional, tetapi juga mendukung komitmen LRT Jabodebek terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dampak atau Informasi Penting

Implementasi sistem ini memberikan beberapa manfaat strategis. Pertama, efisiensi penggunaan air menurunkan beban pada jaringan pasokan kota, yang sangat penting mengingat tekanan air bersih di wilayah metropolitan terus meningkat. Kedua, proses pencucian yang cepat memungkinkan kereta kembali beroperasi tepat waktu, meningkatkan kepadatan layanan pada jam sibuk.

Ketiga, dengan mengurangi volume air limbah yang dibuang, LRT Jabodebek membantu menurunkan beban pengolahan limbah kota, sejalan dengan target pemerintah untuk mengurangi pencemaran air. Keempat, transparansi proses ini memperkuat kepercayaan publik, karena penumpang dapat melihat bahwa operator memperhatikan aspek kebersihan dan lingkungan secara bersamaan.

Selain manfaat operasional, sistem ini juga menjadi contoh bagi jaringan transportasi lain di Indonesia. Penggunaan teknologi MBR dalam konteks transportasi publik masih relatif baru, namun keberhasilan LRT Jabodebek dapat mendorong adopsi serupa di kereta komuter, bus, atau bahkan fasilitas bandara.

Pengguna layanan LRT Jabodebek juga diajak berperan aktif dengan tidak membuang sampah di dalam kereta maupun stasiun. Kolaborasi antara operator dan penumpang menjadi kunci untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan layanan transportasi publik.

Dengan pendekatan yang menggabungkan otomatisasi, pengolahan air canggih, dan edukasi publik, LRT Jabodebek menunjukkan bahwa inovasi teknis dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Ke depan, operator berencana memperluas kapasitas sistem ATWP‑WTP untuk mengakomodasi pertumbuhan armada serta meningkatkan efisiensi energi melalui penggunaan pompa berkecepatan variabel. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan jejak karbon operasional secara keseluruhan.