Rabu, 15 Jul 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Pande Tóng pada Uncategorized
15 Jul 2026 11:35 - 4 menit reading

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Terima Kasih Kepada Gubernur Jawa Barat atas Atensi Penuh Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Hesti.id – 15 Juli 2026 | Bandung, 14 Juli 2026 – Insiden pengeroyokan terhadap Petugas Penjaga Perlintasan Sebidang (JPL) di Leuwigoong, Garut, baru-baru ini telah menyita perhatian publik dan pemerintah daerah. Dalam respons yang cepat dan tegas, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Jawa Barat beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ucapan terima kasih ini disampaikan sebagai wujud penghormatan atas atensi penuh dan dukungan kuat yang diberikan pemerintah provinsi dalam menangani kasus kekerasan tersebut, yang mengancam keselamatan perjalanan kereta api dan para petugas di garda terdepan.

Kasus ini bermula ketika Petugas JPL 227 Leuwigoong, yang berada di KM 210+8 pada petak jalan Karangsari–Cibatu, sedang menjalankan tugas utamanya yaitu menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Petugas tersebut berusaha mengingatkan para pengguna jalan agar mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang. Namun, niat mulia untuk mengutamakan keselamatan justru berujung pada tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab. Peristiwa ini bukan hanya serangan terhadap satu individu, tetapi juga merupakan tantangan serius terhadap sistem keselamatan transportasi di wilayah Jawa Barat.

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Terima Kasih Kepada Gubernur Jawa Barat atas Atensi Penuh Keselamatan Perjalanan Kereta Api, sebuah langkah strategis yang menunjukkan sinergi positif antara operator transportasi nasional dan pemerintah daerah. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap para petugas. Ia menyatakan bahwa atensi tersebut menjadi semangat baru bagi seluruh insan KAI yang setiap hari bertugas menjaga keselamatan di perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Jawa Barat beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian dan atensi penuh terhadap peristiwa pengeroyokan yang dialami petugas JPL 227 Leuwigoong,” ujar Kuswardojo dalam keterangannya. Pernyataan ini menegaskan bahwa keselamatan bukanlah tanggung jawab tunggal KAI, melainkan kolaborasi antara operator, pemerintah, aparat hukum, dan masyarakat.

Selain apresiasi kepada pemerintah provinsi, KAI Daop 2 Bandung juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah cepat aparat kepolisian. Polsek Leuwigoong dan Polres Garut dinilai telah bekerja dengan sigap untuk mengungkap kasus tersebut, menangkap para pelaku, serta memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. KAI berharap penegakan hukum dapat berjalan dengan adil dan transparan, memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus menjadi efek jera bagi oknum-oknum yang mengabaikan keselamatan bersama.

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Terima Kasih Kepada Gubernur Jawa Barat atas Atensi Penuh Keselamatan Perjalanan Kereta Api juga sekaligus mengingatkan kembali pentingnya disiplin masyarakat di perlintasan sebidang. Sesuai peraturan perundang-undangan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api dan mematuhi seluruh rambu, sinyal, serta arahan petugas. Perlintasan sebidang adalah titik kritis yang memerlukan kepatuhan tinggi karena melibatkan kecepatan dan beratnya kereta api yang sulit dihentikan mendadak.

Kolaborasi antara KAI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama ini telah menunjukkan hasil yang positif dalam berbagai upaya peningkatan keselamatan. Program edukasi keselamatan dan peningkatan disiplin masyarakat terus digencarkan. KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Terima Kasih Kepada Gubernur Jawa Barat atas Atensi Penuh Keselamatan Perjalanan Kereta Api dalam konteks ini juga merupakan bentuk komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah mewujudkan budaya keselamatan yang lebih baik di seluruh perlintasan sebidang di Jawa Barat.

Kuswardojo menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat. Menghargai tugas petugas penjaga perlintasan adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan transportasi yang aman. Patuhi seluruh aturan di perlintasan sebidang dan selalu dahulukan perjalanan kereta api. Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI ataupun petugas, melainkan merupakan tanggung jawab kita bersama. Masyarakat dan pemerintah setempat turut andil dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan cara tidak mengganggu petugas dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Komitmen KAI Daop 2 Bandung untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat tetap teguh. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan insiden serupa dapat dicegah dan budaya keselamatan dapat ditanamkan secara mendalam. Perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan tepat waktu adalah hak setiap penumpang dan warga yang melintasi jalur kereta api. Dukungan penuh dari Gubernur Jawa Barat menjadi bukti bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam pembangunan transportasi di Jawa Barat.

Sebagai penutup, insiden di Leuwigoong menjadi pengingat keras bahwa keselamatan adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan. KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Terima Kasih Kepada Gubernur Jawa Barat atas Atensi Penuh Keselamatan Perjalanan Kereta Api sebagai bentuk terima kasih atas kerja sama yang harmonis. Mari kita jaga keselamatan bersama dengan menghormati petugas dan mematuhi aturan. Bersama, kita bisa menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi semua pihak.