
Hesti.id – 13 Juli 2026 | Kemenperin Promosikan SDM Industri Bertaraf Global di Innoprom 2026 menjadi sorotan utama ketika Indonesia berpartisipasi sebagai Official Partner Country di pameran industri terbesar di kawasan Eurasia. Dalam acara yang berlangsung 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia, kementerian industri menampilkan kualitas tenaga kerja Indonesia yang siap bersaing di era industri 4.0.
Di tengah keramaian panggung utama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa kehadiran Indonesia di Innoprom 2026 bukan sekadar pameran, melainkan strategi untuk memperkuat hubungan industri dengan Rusia dan negara-negara Eurasia. Ia menekankan bahwa Indonesia ingin membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan memperkenalkan kemampuan manufaktur nasional kepada pasar global.
Partisipasi ini menyoroti peran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) yang bekerja sama dengan Politeknik APP Jakarta dan Politeknik STMI Jakarta. Ketiganya tampil sebagai co-exhibitor, memperkenalkan ekosistem pendidikan vokasi industri Indonesia kepada pengunjung internasional. Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyatakan bahwa eksposur ini diharapkan meningkatkan pengakuan internasional terhadap kualitas SDM industri Indonesia dan membuka peluang kolaborasi pengembangan tenaga kerja.
Program unggulan yang dipresentasikan meliputi Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0) yang berfokus pada pengembangan kompetensi digital, fasilitasi industri, serta layanan AI dan engineering center. Selain itu, Kemenperin menyoroti kerja sama sebelumnya dengan Politeknik ATI Makassar dan Morimitsu Industry Jepang, serta Program Luban-Mozi College yang melibatkan Politeknik ATK Yogyakarta, Sailun Group, dan Qingdao Technical College dari Tiongkok.
Berikut beberapa poin penting yang disorot dalam presentasi Kemenperin:
Di sela-sela demonstrasi, peserta dapat melihat langsung bagaimana teknologi digital diintegrasikan ke dalam proses manufaktur, serta bagaimana tenaga kerja Indonesia dilatih menggunakan simulasi VR/AR untuk meningkatkan keterampilan praktis. Hal ini menegaskan komitmen Kemenperin untuk mempersiapkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi.
Keikutsertaan Indonesia di Innoprom 2026 juga membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Rusia dan Eurasia. Dalam sesi roundtable, para pengusaha dan akademisi membahas potensi sinergi di bidang energi terbarukan, otomotif, dan teknologi informasi. Diskusi ini menandai langkah awal bagi Indonesia untuk memperluas jaringan industri global.
Melalui inisiatif ini, Kemenperin berharap dapat memperkuat citra pendidikan vokasi dan pelatihan industri Indonesia di mata dunia. Selain itu, diharapkan terciptanya kemitraan internasional yang mendukung peningkatan daya saing industri nasional, serta membuka jalur bagi para profesional Indonesia untuk berkarir di luar negeri.
Secara keseluruhan, partisipasi Indonesia di Innoprom 2026 menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang serius mengembangkan SDM industri berkualitas tinggi. Dengan dukungan kementerian, perguruan tinggi, dan sektor swasta, Indonesia siap mengukir prestasi di panggung industri global.