Hesti.id – 11 Juli 2026 | MASTEL Dorong Alokasi Upper 6 GHz untuk 5G-Advanced & 6G menjadi sorotan utama dalam upaya mempercepat penerapan teknologi jaringan generasi berikutnya di Indonesia. Organisasi Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) menegaskan bahwa alokasi spektrum ini akan menjadi fondasi bagi pengembangan 5G-Advanced dan 6G, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi digital nasional.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, ketersediaan spektrum frekuensi menjadi kunci utama. Upper 6 GHz (6425–7125 MHz) menawarkan bandwidth besar yang mendukung kecepatan tinggi, latensi rendah, dan kapasitas jaringan yang lebih efisien. Tanpa alokasi ini, Indonesia berisiko tertinggal dalam adopsi teknologi 5G-Advanced, yang pada gilirannya dapat memengaruhi investasi infrastruktur digital dan pencapaian Visi Digital Indonesia 2045.
Seminar dan Workshop Nasional berjudul “Nilai Strategis Nasional TIK dari Alokasi Spektrum Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband 5G-Advanced dan 6G di Indonesia” menjadi platform kolaboratif bagi pemerintah, regulator, operator, penyedia teknologi, akademisi, dan pelaku ekosistem digital. Kegiatan ini bertujuan menyamakan pandangan mengenai pemanfaatan spektrum Upper 6 GHz, membangun pemahaman berbasis data, serta merumuskan rekomendasi kebijakan.
Baca juga:
Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno, menegaskan bahwa pembahasan Upper 6 GHz merupakan bagian penting dalam membangun kesiapan ekosistem digital nasional. Ia menekankan bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk menghindari keterlambatan adopsi 5G akibat keterbatasan frekuensi dan ekosistem yang belum memadai.
Berikut adalah daftar beberapa pemangku kepentingan yang hadir:
- Deputi V Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Marsda TNI Dr. Eko Dono Indarto
- Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Adis Alifiawan
- Koordinator Ekosistem dan Ruang Digital Bappenas, Andreas Bondan Satriadi
- Director of Spectrum Policy & Regulatory Affairs APAC GSMA, Yishen Chan
- Perwakilan Telkomsel, Institut Teknologi Bandung, Telkom University, Huawei Technologies
- Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O. Baasir
- Perwakilan Kemenko Polkam, Qualcomm International, XLSMART Telecom Sejahtera, Indosat Ooredoo Hutchison, Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia
Workshop dibagi menjadi dua sesi panel strategis. Panel pertama membahas nilai strategis spektrum Upper 6 GHz bagi masyarakat dan ekonomi digital, sedangkan panel kedua menelaah peta jalan kebijakan Upper 6 GHz Indonesia. Diskusi ini menghasilkan beberapa rekomendasi utama, termasuk deklarasi bersama industri untuk mendukung pemanfaatan Upper 6 GHz, executive summary, dan dokumen rekomendasi kebijakan MASTEL.
Selain rekomendasi, MASTEL juga menyarankan pembentukan working group khusus untuk membahas pengembangan spektrum guna implementasi 5G-Advanced dan 6G. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses regulasi, memfasilitasi investasi, dan memastikan ekosistem digital Indonesia tetap adaptif dan berkelanjutan.
Dengan dukungan MASTEL Dorong Alokasi Upper 6 GHz untuk Percepat Pengembangan 5G-Advanced dan 6G, Indonesia dapat memperkuat posisi digitalnya di kawasan. Kolaborasi lintas sektor dan sinergi antara regulator, operator, dan penyedia teknologi menjadi kunci dalam mewujudkan jaringan generasi berikutnya yang lebih cepat, lebih andal, dan lebih terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.











